Doakan Alam Tetap Lestari dan Aman

580

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ratusan umat Hindu Kota Semarang melakukan prosesi Tawur Agung Kesanga di Pura Agung Giri Natha Jalan Sumbing, Semarang, Jumat (16/3). Presesi jelang Hari Nyepi ini dimulai pukul 07.00, para umat melakukan bersih-bersih di kawasan pura. Selanjutnya, sore harinya pukul 16.30, digelar prosesi Tawur Agung Kesanga. Umat terlihat mengenakan pakaian sembahyang dominan putih khas Bali. Orang dewasa, remaja dan anak-anak berbaur menjadi satu. Berbagai sarana upacara dan sesaji disiapkan dan ditata di atas di meja bertaplak putih-kuning.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, Nengah Wirta Darmayana, menjelaskan, prosesi Tawur Agung Kesanga itu dimaksudkan untuk memelihara kelestarian alam semesta melalui upacara. Tawur Agung Kesanga juga merupakan wujud terima kasih seluruh umat, karena alam telah memberikan kehidupan bagi kita.

WUJUD TERIMA KASIH: Prosesi Tawur Agung Kesanga jelang Hari Raya Nyepi yang digelar di Pura Agung Giri Natha Jalan Sumbing, Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WUJUD TERIMA KASIH: Prosesi Tawur Agung Kesanga jelang Hari Raya Nyepi yang digelar di Pura Agung Giri Natha Jalan Sumbing, Semarang, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Tawur Kesanga dilakukan sehari sebelum pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 M. Sebelum upacara dimulai, umat Hindu melakukan prosesi Pradaksina, yakni mengitari Pura Agung Gini Natha sebanyak tiga kali sebagai upaya pembersihan diri dari semua sifat jelek,” jelasnya.

Setelah mengitari pura sebanyak tiga kali, tambah dia, dilanjutkan sembahyang yang dipimpin oleh Mangku Gede, Drs I Nyoman Wedu. “Umat melakukan doa bersama agar jagad dan alam tetap lestari dan damai,” katanya.

Pada Hari Raya Nyepi ini bersamaan dengan perayaan Hari Raya Saraswati. Sembahyang untuk Hari Raya Saraswati sendiri digelar pukul 03.00 dan berakhir 04.30 tadi pagi. “Bagi umat yang ingin melaksanakan Nyepi di pura bisa tetap tinggal di pura. Sebaliknya, apabila ingin merayakan Nyepi di rumah, maka jam 05.00 sudah harus sampai rumah,” paparnya.

Dijelaskan, hari ini mulai pukul 06.00, umat Hindu sudah tidak boleh melakukan apa-apa, karena sudah masuk Hari Raya Nyepi. Saat itu, umat melakukan amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja) amati lelanguan (tidak bersenang-senang) dan amati lelungan (tidak bepergian). “Setelah itu, Minggu, 18 Maret besok, akan dilakukan tradisi Ngembak Geni di awal tahun baru saka Darmasanti.  Pada hari itu, umat melakukan salam-salaman dengan sesama umat agar kehidupan di tahun baru Saka ini menjadi lebih baik lagi,” jelasnya. (hid/aro)