CV Aneka Ilmu Terancam Pailit

Berutang USD 10.833 sejak 2014

2787
GRAFIS : IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS : IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG -Tak kunjung membayar utang mencapai sekitar USD 10.833 atau sekitar Rp 140 juta lebih, perusahaan percetakan buku legendaris CV Aneka Ilmu diajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh rekan bisnisnya, PT Alfa Polimer Indonesia. Gugatan itu diajukan di Pengadilan Niaga (PN) Semarang, tercatat dengan nomor register: 8/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Niaga Smg.

Adapun termohon PKPU adalah CV Aneka Ilmu dan H Suwanto selaku direkturnya. Sedangkan pemohon PKPU adalah PT Alfa Polimer Indonesia melalui kuasa hukumnya, I Komang Try Yogaswasra Kertapati. Atas gugatan itu, penerbit buku yang berkantor di Jalan Raya Semarang Demak Km 8,5 Semarang ini  terancam diambang kepailitan apabila tidak tercapai perdamaian.

“Sebelumnya mereka (Aneka Ilmu, Red) sudah kita somasi 3 kali, terakhir Januari 2018 lalu. Kalau total tunggakan utangnya kepada klien kami mencapai USD 10.833, dengan kurs pada waktu itu tahun 2014,  satu dolarnya mencapai Rp 12 ribu. Jumlah itu belum termasuk bunga,” beber I Komang Try Yogaswasra Kertapati, kepada Jawa Pos Radar Semarang, di sela-sela sidang, Selasa (20/3).

Selain jumlah itu, diakui Komang, juga ada tunggakan Bilyet Giro (BG). Hanya saja, jumlah pastinya untuk BG, dirinya belum mengetahui. Atas permasalahan itu, pihaknya masih menempuh jalur PKPU. Sedangkan laporan pidana tidak dilakukan. Selain kliennya, dikatakannya, kreditur lain juga ada. Hanya saja, ia enggan memberitahukan.

Komang mengatakan, selain somasi, upaya mediasi ke kantor CV Aneka Ilmu juga sudah dilakukan. Hanya saja belum menemukan titik temu, dan akhirnya diajukan PKPU.

“Waktu kita berkunjung ke CV Aneka Ilmu, kita sudah bertemu dengan Direkturnya Suwanto dan kuasa hukummya Aan Tauli. Kita sudah membuat surat pernyaaan bersama, di mana salah satu isinya CV Aneka Ilmu akan membayarkan penyelelesaian finalisasi pembayaran pada Januari 2018. Tapi nyatanya tidak terealisasi,”katanya.

Atas permohonan itu, Komang mengaku, masih berharap terjadinya perdamaian. Pihaknya juga berharap masih ada itikad baik dari CV Aneka Ilmu.

Ia mengatakan, sebenarnya kliennya tidak ingin mengajukan PKPU, namun karena CV Aneka Ilmu tidak memiliki itikad baik, sehingga gugatan diajukan

“Kita memang tidak ajukan kepailitan dulu, nanti kalau ada form perdamaian, kemudian tidak dijalankan  CVAneka Ilmu, baru kita ajukan permohonan pailit. Kalau bersama klien kami, sudah memiliki hubungan bisnis 2 tahunan,”ungkapnya.

Kuasa hukum CV Aneka Ilmu, Kairil Anwar, menyatakan, pada prinsipnya rohnya PKPU adalah perdamaian, sehingga pihaknya masih berharap penuh terjadi perdamaian atas kasus itu.  “Mengenai jumlah utangnya belum kami hitung, yang jelas kami tetap berupaya terjadi perdamaian,”katanya.

Dalam permohonan PKPU tersebut, pihak PT Alfa Polimer Indonesia meminta majelis hakim mengabulkan PKPU yang diajukan oleh pihaknya untuk seluruhnya, kemudian menyatakan para termohon PKPU, yakni CV Aneka Ilmu dan H Suwanto, berada dalam keadaan PKPU sementara dengan segala akibat hukumnya selama jangka waktu paling lama 45 hari terhitung sejak tanggal diucapkannya putusan perkara permohonan PKPU a quo.

Pemohon juga meminta majelis hakim, menunjuk seorang hakim pengawas dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang untuk mengawasi proses PKPU para termohon PKPU. Selanjutnya, menunjuk serta mengangkat Lusyana Mahdaniar dan Nuzul Hakim, sebagai tim pengurus dalam proses PKPU para termohon

Selain itu, memerintahkan tim pengurus tersebut untuk memanggil termohon PKPU  dan para kreditor yang dikenal melalui surat tercatat atau melalui kurir guna menghadap dalam sidang yang diselenggarakan selambat-lambatnya pada hari ke-45 terhitung sejak putusan perkara permohonan PKPU a quo diucapkan dan menetapkan biaya pengurusan dan imbalan jasa bagi para pengurus akan ditetapkan kemudian, setelah masa PKPU berakhir sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Terakhir menghukum para termohon PKPU untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini. (jks/aro)