Belasan Ibu Menyusui Kejang dan Muntah

Diduga Keracunan Jamu Keliling

752
MASIH LEMAS : Salah seorang korban yang diduga keracunan jamu menjalani perawatan di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. (IST)
MASIH LEMAS : Salah seorang korban yang diduga keracunan jamu menjalani perawatan di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Warga dua desa di Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan Kabupaten Magelang dibuat geger, Senin (26/3). Belasan ibu dalam masa menyusui mengalami sakit hampir bersamaan dengan gejala kejang-kejang dan muntah-muntah.

Informasi yang dihimpun Radar Kedu, jumlah korban mencapai 11 orang. Mereka berasal dari Desa Treko Kecamatan Mertoyudan dan Desa Senden Kecamatan Mungkid. Saat ini mereka mendapat penanganan intensif di RSUD Muntilan.

Para ibu menyusui (busui) ini diduga keracunan jamu yang dijual keliling oleh Saswati, 58. “Pas minum jamu itu belum merasakan apa-apa, tapi setelah tiga jam kepala pusing, badan lemas, mual dan muntah-muntah. Saya sudah tidak bisa apa-apa, dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Lusia Arfiani, 23, salah seorang korban, Selasa (27/3).

Dari data di RSUD Muntilan, 10 korban keracunan lainnya adalah Santi Rahmawati, Dias Tri Yuliani, Napsiah, Haryanti, Saidah, Ida Riwayati, Anik Trianingsih, Indah Saputri, Sarwati yang merupakan warga Desa Senden, Kecamatan Mungkid. Satu lagi atas nama Maesaroh, warga Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan.

Direktur RSUD Muntilan M Syukri mengatakan, kesebelas korban tersebut sudah dibawa ke RSUD Muntilan dan tengah menjalani perawatan intensif oleh tim medis. Rata-rata korban yang merupakan ibu menyusui ini mengalami gejala keracunan mulai dari mual, muntah dan kejang-kejang

“Dari kemarin kami mendapatkan banyak pasien berdatangan, yang diduga mengalami keracunan jamu uyub tersebut. Tim medis langsung menangani korban dibawa ke IGD,” tutur Syukri.

Kendati sudah mendapatkan perawatan medis, tetapi seluruh korban dalam kondisi lemah, dan belum sepenuhnya pulih. “Setelah kami periksa tanda dan gejala yang dialami oleh pasien, kami menduga keracunan yang dialami pasien adalah akibat intoksikasi jamu,” ujar dr Syamsul, dokter penyakit dalam yang menangani korban keracunan di RSUD Muntilan, Magelang.

Intoksikasi yang dimaksud ini adalah gejala keracunan yang disebabkan masuknya obat atau zat kimia tertentu ke dalam tubuh melalui mulut, kulit ataupun saluran napas dalam. Syamsul mengatakan, berdasarkan keterangan pasien, mereka sebelumnya mengonsumsi jamu uyub yang kerap dikonsumsi ibu menyusui.

Kasus ini kemudian ditangani oleh Polres Magelang. Penjual jamu sudah dimintai keterangan dan barang bukti diamankan di Mapolres Magelang. (vie/ton)