Santri Harus Jadi Duta Bangsa  

872
MOTIVASI SANTRI: Anggota DPR RI Komisi X Mujib Rohmat bersama Pengasuh Ponpes Miftahul Huda KH Baduhun dalam Ngaji Kebangsaan di Ponpes setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MOTIVASI SANTRI: Anggota DPR RI Komisi X Mujib Rohmat bersama Pengasuh Ponpes Miftahul Huda KH Baduhun dalam Ngaji Kebangsaan di Ponpes setempat. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Santri adalah duta berharga bagi bangsa Indonesia. Santri adalah harapan dan  juru selamat negeri ini  ketika bangsa ini dilanda keterpurukan. Seperti masalah korupsi, krisis kepemimpinan,  krisis ekonomi sampai propaganda perpecahan umat dan rakyat dari NKRI.

Demikian dikatakan Anggota DPR RI Komisi X Dapil I Jateng, Mujib Rohmat saat memberikan tausiah dihadapan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda, Sawahjati, Kecamatan Kaliwungu. Dihadapan santri dan warga yang hadir, Mujib menekankan agar para santri jangan minder. Tapi sebaliknya harus percaya diri dan terus mengembangkan keilmuannya.

Dalam acara Ngaji Kebangsaan itu, Mujib mengatakan jika santri memiliki dua hal keunggulan yang tidak didapat oleh anak-anak lain yang tidak mengenyam pesantren. Pertama yakni seorang santri dibekali kepandaian. Tidak hanya pandai secara intelektual saja, tapi pandai secara sosial dan spiritual.

Kedua sikap hormat atau sopan santun, sabar. Karena selama di pesantren santri ditempa sedemikian rupa untuk tidak berfoya-foya. Yakni dengan sholat, sholat malam, puasa, menghormati dan mendoakan guru serta orang tua.

“Jadi santri oleh guru-gurunya dibekali kepandaian dari berbagai macam buku dan kitab. Sedangkan Kiainya membekali santri dengan kepandaian hati atau spiritual. Yakni nilai-nilai kesabaran, kejujuran, tawakal dan sepirit berjuang,” kata Politisi Partai Golkar itu.

Sedangkan kesalehan atau kepandaian sosial diperoleh dari selama santri hidup dalam lingkungan pesantren. Dimana ia harus bisa bersosialisasi dengan temannya, hidup mandiri, saling membantu dan memberi.  Sehingga tumbuh rasa empati terhadap teman lainnya, pandai berogranisasi dan sudah terbiasa mandiri.

“Mencuci baju, menyiapkan segala sesuatu kebutuhan secara sendiri, membantu adik kelas yang masih kecil atau temannya kesusahan. Makan, tidur dan belajar bareng teman-temannya. Sehingga sejak dini sudah tumbuh rasa tanggung jawab dalam diri santri,” tuturnya.

Pengasuh Ponpes Miftahul Huda, KH Baduhun Badawi mengaku sangat terkesan dengan Mujib Rohmat. Ia berharap para santri bisa menerapkan segala petuah dan nasihat luar biasa yang telah diberikan. “Santri harus terus belajar, sampai benar-benar ia telah dianggap cukup oleh kiainya. Jadi selama itu harus bersabar dan terus semangat dalam belajar,” katanya. (bud/bas)