Tawarkan Panorama Air Terjun dan Buahnya Yang Unik

1221
LIBURAN : Warga berfoto di area wisata Curug Madu, yang terkenal dengan air terjunnya yang dingin dan buah pohon madunya. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
LIBURAN : Warga berfoto di area wisata Curug Madu, yang terkenal dengan air terjunnya yang dingin dan buah pohon madunya. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Objek wisata alam di Kabupaten Pekalongan kini bertambah satu lagi, yakni Curug Madu. Wisata alam yang terletak di Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, ini menawarkan sebuah air terjun dengan ketinggian sekitar 8 meter dan lebar lebih dari 20 meter. Walaupun tebing curug terlihat cukup licin, banyak pengunjung yang nekat memanjat hanya untuk berswafoto.

Diberi nama Curug Madu, karena di sekitar tempat ini ditemukan pohon madu, yang bentuknya seperti bibit pohon kelapa. Buah dari pohon tersebut bila dimakan, rasanya hambar. Uniknya ketika dilanjutkan dengan meminum air tawar, maka rasa buah tersebut akan berubah manis seperti madu.

Curug Madu letaknya tidak terlalu jauh dari Ibukota Kecamatan Doro, hanya 6 kilometer sampai lokasi atau 20 menit dari Pasar Doro. Jalan menuju lokasi Curug Madu juga sudah beraspal.

Camat Doro, Yuhanto, mengungkapkan bahwa objek wisata Curug Madu yang terletak di Desa Lemah Abang, merupakan objek wisata baru. Sehingga fasilitas umum masih seadanya dan dibuat secara swadaya oleh warga setempat. Namun demikian setiap hari libur, Curug Madu dikunjungi lebih dari 2.000 wisatawan.

“Setiap hari Sabtu dan Minggu, lebih dari 2.000 orang berkunjung ke Curug Madu, karena lokasinya dekat dan air Curug Madu ini sangat dingin dan sungainya juga dangkal,” ungkap Yuhanto, Minggu (30/3).

Yuhanto juga mengatakan sebagian besar warga yang datang ke Curug Madu, bisa mendatangi objek wisata Watu Bahan  atau dikenal nama ilmiah Columnar Joint.

“Desa Lemah Abang sejak dulu terkenal dengan buah durian bawornya yang lezat. Kini desa tersebut juga terkenal dengan objek wisata   Watu Bahan dan Curug Madunya, maka bisa dipastikan jika datang ke dua objek wsiata tersebut, di sepanjang jalan menuju lokasi banyak penjual buah durian,” kata Yuyhanto. (thd/zal)