AIPI Diharapkan Hapus Kesenjangan Teori dan Praktik

Lahirnya Gagasan Besar Dinantikan

476
TUAN RUMAH: Bupati Kudus Dr H Musthofa (kiri) yang juga Dewan Pembina AIPI menghadiri rapat kerja pertama AIPI di Graha Muria Colo yang dimulai Jumat (6/4) hingga kemarin. (RADAR KUDUS PHOTO)
TUAN RUMAH: Bupati Kudus Dr H Musthofa (kiri) yang juga Dewan Pembina AIPI menghadiri rapat kerja pertama AIPI di Graha Muria Colo yang dimulai Jumat (6/4) hingga kemarin. (RADAR KUDUS PHOTO)

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Dr H Musthofa berharap ke depan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Semarang dapat menjadi sebuah rumah besar yang dapat melahirkan konsep besar. Ke depan juga diharapkan akan dapat melahirkan politisi berkualitas dan memiliki karakter dengan moralitas yang baik.

“AIPI harus dapat menjadi sebuah rumah besar yang melahirkan konsep-konsep besar dan nantinya akan dapat melahirkan politisi yang berkualitas dan berkarakter,” kata Bupati Musthofa yang juga Dewan Pembina AIPI dalam rapat kerja (raker) pertama AIPI yang dibuka pada Jumat (6/4) lalu.

Raker tersebut diikuti AIPI Semarang yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai akademisi, praktisi, peminat politik, jurnalis dan peneliti di Graha Muria, Colo, Dawe, selama tiga hari.

Dalam raker AIPI Semarang yang berlangsung hingga Minggu (8/4) siang, juga diisi pengarahan dari Ketua Umum AIPI Pusat Altifra Sallam. Serta pembahasan bidang keorganisasian, diskusi pengembangan dan kelembagaan, serta pengantar teknik penyusunan dan penetapan program kerja PC AIPI Semarang 2018-2021 tahun I 2018.

Dilanjutkan dengan rapat bidang penyusunan program kerja, dan rapat pleno laporan dan penetapan penyusunan program kerja PC AIPI Semarang 2018-2021 tahun I 2018. Selanjutnya penutupan dan diakhiri kegiatan lapangan.

Raker ini mengangkat tema, Penguatan Program Kerja melalui Solidaritas dan Profesionalitas Kelembagaan. Musthofa menyampaikan terima kasih banyak kepada peserta yang datang. Hal ini merupakan kehormatan karena telah diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan raker AIPI perdana ini.

Menurut bupati yang bergelar doktor ilmu sosial ini, permasalahan besar yang selama ini terjadi yaitu adanya kesenjangan yang sangat besar antara tataran terori dan pelaksanaanya di lapangan. Sehingga, dia sangat berharap ke depannya AIPI tidak hanya terpaku pada penelitian belaka. “Namun hasilnya juga harus dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas,” harapnya pada organisasi yang disebutnya beranggotakan kaum intelektual ini.

Sementara itu, Ketua AIPI Semarang Nur Hidayat Sardini mengucapkan terima kasih atas kontribusi Bupati Kudus yang telah mendukung penuh terlaksananya rapat kerja ini. Dia juga menyatakan siap menjawab tantangan H Musthofa tersebut.

Tak hanya itu, Nur Hidayat juga mengaku siap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sehingga kesenjangan antara tataran teori dan pelaksanaan di lapangan tidak terlalu besar. Hal ini dapat dilaksanakan melalui sejumlah bidang ilmu. Mulai ilmu politik, hubungan internasional, hingga administrasi pemerintah.

Ke depannya, rumusan-rumusan yang dihasilkan dapat menjadi rujukan pelatihan pemberdayaan masyarakat hingga materi pelatihan bagi para legislator. “Kami ke depannya juga bisa menjadi sekolah peningkatan kapasitas untuk pemangku kepentingan, karena AIPI memiliki kapasitas, peluang, dan pengalaman,” ujar mantan ketua Bawaslu Pusat tersebut. (*/lil/aro)