SBY Masih Jadi Idola

1028
RAMAI - Kedatangan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Desa Pandasari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang disambut meriah warga setempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
RAMAI - Kedatangan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Desa Pandasari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang disambut meriah warga setempat. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) bertemu dengan perwakilan petani di lapangan Desa Pandansari Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Jumat (13/4).

“Kemarin saya keliling ke Gapoktan, dan ternyata walaupun sudah lama purnatugas, Pak SBY masih dikenal dan idola masyarakat khususnya para petani,” ucap Ketua Partai Demokrat  Kabupaten Batang Edi Siswoyo.

Sehingga kata Edi, para petani sangat antusias dengan adanya pertemuan tersebut. Dengan harapan apa yang menjadi kendala mereka selama ini bisa disuarakan SBY ke pemerintahan.

Dalam acara tersebut SBY memang beri kesempatan berdialog dengan kelompok tani di Batang. Beberapa perwakilan petani menyampaikan keluhan kepada SBY. Eko, salah seorang perwakilan dari kelompok tani Kecamatan Pecalungan, mengeluhkan masalah harga beras.

“Saat panen harga gabah anjlog, dan pas tanam harga pupuk dan bibit naik. Banyak petani yang larinya ke tengkulak, ditambah ada impor beras,” katanya sedih.

Petani lain Zamroni dari Kecamatan Blado menegaskan bahwa para petani Batang masih cinta dengan pertanian. Namun tidak didukung dengan peralatan yang memadai, sehingga kalah saing dengan petani moderm.

“Hingga kini kami masih manula dalam pertani, butuh bimbingan dan solusi agar bertani semakin baik,” ujarnya.

Pendamping petani teh dan kopi Batang Wiwieko yang sempat memberikan oleh-oleh teh dan kopi kepada rombongan, mengatakan di Batang ada kurang lebih 3.000 KK petani yang mengelola kebun kopi  dengan hasil yang cukup besar.

Berharap ada sentuhan pemerintahan agar para petani kopi tersebut bisa semakin berkembang. Walaupun pihaknya selama ini sudah berusaha agar para petani kopi meningkatkan mutu. Sehingga bisa berbanding lurus dengan hasil penjualannya.

Menanggapi hal itu, SBY mengatakan kedatangan dirinya tidak lain untuk menyerap aspirasi para petani dan berniat untuk memajukan petani daerah.

“Kami telah banyak dengar keluhan, (tentang)  impor  beras dan lain-lain. Jawaban saya, karena saya tidak menjabat presiden lagi, saya akan meneruskan ke pejabat yang berwenang,” kata SBY.

Dikatakan SBY, dirinya masih punya mesin partai, kader yang berada di pemerintahan, serta menjadi anggota DPRD dari pusat hingga daerah. Mereka itulah yang diharapakan bisa melanjutkan keluh kesah petani ke pemerintahan.

Pada kesempatan itu SBY didampingi istrinya Ani Yudhoyono dan Wakil Ketum Partai Demokrat, Syarif Hasan mantan Menteri Koperasi yang kini jadi anggota DPR RI. Kemudian, Yoyok Sukawi anggota Fraksi Demkorat di Provinsi Jawa Tengah dan Ketua Demokrat Batang Edi Siswanto. (han/lis)