Wakapolri Ajak Santri Jadi Polisi

661
HAFALAN : Wakapolri Komjen Pol Drs Syafruddin, M.Si sekaligus Wakil Ketua DMI, saat mengetes bacaan Alquran beberapa santri di PM Tazaka Bandar Batang Jawa Tengah, Selasa (17/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
HAFALAN : Wakapolri Komjen Pol Drs Syafruddin, M.Si sekaligus Wakil Ketua DMI, saat mengetes bacaan Alquran beberapa santri di PM Tazaka Bandar Batang Jawa Tengah, Selasa (17/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jendral (Komjen) Polisi Drs. Syafruddin, M.Si sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) memberikan kuliah umum di Pondok Moderen Tazaka Kecamatan Bandar, Batang, Selasa (17/4). Mewakili Polri dirinya mengajak para santri di Pondok Pesantren untuk bergabung menjadi anggota Polri.

“Persaingan akan lebih unggul, bagai lulusan pesantren karena mental santri sudah siap dibanding dengan di luar mental pesantren,” ucapnya memotivasi.

Namun diakui pula bahwa adanya perekrutan ini akan berdampak pada aturan sistematis. Sehingga alumni pondok pesantren bisa menjadi anggota Polri. Untuk itu, pihak Polri akan memberikan kebijakan baru agar para santri bisa mengikuti pendidikan di Polri, baik Akpol maupun di Brigadir Polri yang  akan disesuaikan antara aturan dan persyaratan bagi santri, dengan cara merubah Undang – Undang Diknas untuk disingkronkan dengan Peraturan Kapolri (PERKAP).

“Polri akan membenahi aturan bagi alumni Ponpes yang mau masuk Polri,  karena  semua aturan bisa dirubah, yang nggak bisa dirubah hanya Alquraan, karena tahun depan rekrutmen Polri akan besar-besarna, mengiangat rasio polisi dan jumlah penduduk belum berimbang,” ucap Wakapolri.

Jendral bintang tiga Polri berpesan kepada santri, untuk ikuti semua pendidikan yang ada di ponpes dengan baik, dan harus  punya cita – cita besar. Ia juga merasa pendidikan di ponpes sama dengan  pendidikan yang ada di militer TNI,  Polri, sehingga yakin santri tidak kaget ketika masuk polri sehingga lancar dan tidak ada kekhawatiran dengan cara dan sistemnya sama. “Untuk tahun ini Polri akan merekrut hafidz Alquran untuk menjadi anggota Polri, banyak santri sangat berpotensi lulus,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh PM Tazaka KH Anang Masyhadi mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendorong para santri untuk mejadi Polsi baik melalui Akpol. Dengan harapan santri menjadi Jenderal sehingga santri selain berkarir juga mengurus masjid, pesantren dan umat. Karena Indonesia punya peluang mejadi kiblatr peradaban Islam dunia, dan ini sangat terbuka sekali, tinggal bagaimana usaha kita. Dan hari ini, menjadi bukti dengan berusaha mensinergikan pesantren dan Polri yang kita lakukan ini

“Dengan  banyaknya santri menjadi polisi semakin membesar peluang Indonesia dalam mewujudkan Indonesia sebagai kiblat peradaban Islam modern,” serunya. (han/zal)