Fashion Show, Napi Tomboi Mendadak Feminim

741
PERCAYA DIRI : Warga binaan Lapas Kelas IIA Wanita Semarang mengikuti lomba fashion show dalam rangka memeriahkan Hari Kartini, Kamis (26/4). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERCAYA DIRI : Warga binaan Lapas Kelas IIA Wanita Semarang mengikuti lomba fashion show dalam rangka memeriahkan Hari Kartini, Kamis (26/4). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 21 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIA Wanita Bulu, Semarang yang kesehariannya tomboi, mendadak feminim. Begitu mengikuti ajang fashion show dalam puncak perayaan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-54 sekaligus memperingati Hari Kartini, Aula Lapas Wanita tersebut, Kamis (26/4). Sedangkan sebagian warga binaan, harus berdandan layaknya pria agar tampak seperti pasangan saat berjalan di panggung catwalk.

Menariknya, fashion show tersebut tak hanya diikuti warga binaan asal dalam negeri, tapi juga warga binaan berkebangsaan Inggris, Andrea Waldeck yang terkena perkara tindak pidana narkotika di Semarang.

“Ada sebanyak 21 warga binaan yang dilibatkan untuk bergaya dalam acara fashion show ini. Mereka umumnya tomboi, jadi susah untuk tampil feminism,” kata Kepala Lapas Wanita Bulu Semarang, Asriati Kerstiani, Kamis (26/4).

Dijelaskan, fashion show tersebut merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan perlombaan di Lapas Wanita yang rutin digelar setiap tahun. Berbagai perlombaan tersebut, meliputi lomba voli, memasak nasi goreng, kebersihan kamar yang dilakukan penilaian selama 1 bulan, menangkap lele, balap karung, dan lainnya. Beragam acara tersebut selain meningkatkan kemampuan warga binaan di bidang olahraga dan seni, juga sebagai bukti bahwa warga binaan mampu berkreasi, bersosialisai, dan berkoordinasi.

“Kami harap, kegiatan ini bisa menjadi bekal kelak ketika keluar dari Lapas, sehingga bisa kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka bisa bekerja mandiri atau ikut bekerja dengan orang,” sebutnya.

Sementara itu, Andrea Waldeck terlihat sumringah saat memperagakan baju adat Bali. Dia berlenggak-lenggok penuh percaya diri di hadapan ratusan sahabat-sahabatnya sesama penghuni Lapas. “Saya senang sekali dan mengapresiasi acara seperti ini. Terlebih sosok Ibu Kartini. Berkat jasa beliau, wanita di Indonesia bisa setara dengan laki-laki,” sebutnya.

Di negaranya Inggris, tururnya, ada tokoh wanita seperti RA Kartini yang sama-sama berjasa membela hak perempuan di Inggris, yakni Emmeline Goulden Pankhurst, pendiri Persatuan Politik dan Sosial Perempuan pada 1903. Melalui organisasi tersebutitu, Emmeline mampu memperjuangkan hak pilih perempuan di Inggris. “Emmmeline merupakan tokoh yang berjasa untuk kaum wanita di negara saya. Bahkan, saya sangat kagum kepadanya termasuk kepada RA Kartini di Indonesia. Keduanya mampu menyuarakan hak-hak wanita,” ungkapnya. (jks/ida)