Sehari, 300 Pengendara Ditilang

Pelanggaran Terbanyak, Melawan Arus

593
DIOLAH DARI BERITA (GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIOLAH DARI BERITA (GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kesadaran masyarakat Kota Semarang untuk tertib berlalulintas tergolong rendah. Terbukti, setiap hari setidaknya 300 pengendara motor ditindak petugas Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Semarang karena melakukan pelanggaran. Adapun pelanggaran terbanyak, didominasi pengendara yang melawan arus.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, menjelaskan, penindakan tersebut merupakan kegiatan Operasi Patuh Candi 2018 yang dilakukan oleh jajaran Polri secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah hukum Polrestabes Semarang. Operasi ini digelar selama 14 hari sejak 26 April lalu hingga 9 Mei mendatang.

Dijelaskan, Operasi Patuh Candi ini dengan target sasaran pengendara motor yang berboncengan lebih dari dua orang, tidak mengenakan helm, dan pengendara yang melawan arus.

“Sedangkan kendaraan roda empat yang melakukan pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman, melakukan kegiatan-kegiatan yang mengurangi konsentrasi mengemudi, seperti sambil bermain HP, berdandan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Ardi menjelaskan, Operasi Patuh Candi yang dilaksanakan sekarang ini dengan cara mobilling. Untuk titik-titik yang kerap menjadi lokasi pelanggaran, di antaranya di bundaran Salaman Mloyo, Semarang Barat. Pengendara motor keluar dari gang-gang di wilayah tersebut. Termasuk juga di Banjir Kanal Timur yang mengarah ke Barito.

“Jadi kita tidak melaksanakan penindakan dengan cara razia dan diberhentikan semua. Kecuali pada titik-titik yang rawan terjadinya pelanggaran. Itu kita lakukan standby untuk menjaring pengendara yang kerap melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Ardi mengakui, sampai sejauh ini, pihaknya telah menjaring ratusan pengendara yang melanggar aturan lalulintas. Pelanggaran didominasi oleh pengendara roda dua yang melawan arus.

“Sampai saat ini rata-rata per hari 250 sampai 300 penindakan yang kita lakukan dengan cara mobile hunting system. Dari jumlah 250 – 300 pelanggar itu, sebanyak 150 di antaranya adalah pelanggaran melawan arus,” bebernya.

Ardi menambahkan, pelanggaran melawan arus tersebut biasanya dilakukan malam hari. Sehingga hal ini berisiko terjadinya kecelakaan. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, utamanya pengendara roda dua maupun roda empat untuk tetap tertib selama berkendara. (mha/aro)