Banyak Importir Langgar Dokumen

493

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masih banyak importir yang tidak melengkapi dokumen dalam melakukan impor. Sejak ditetapkan kebijakan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan kepabeanan atau post border per 1 Februari lalu, sedikitnya ada sekitar 25 ribu laporan pelanggaran mengenai hal ini.

”Ini akan kami tindaklanjuti, sambil kita membenahi sistem pengawasan kita,” ujar Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan Luar Negeri, Marthin, di sela sosialisasi regulasi pengawasan tata niaga impor di post border, Rabu (2/5).

Marthin menjelaskan, kepada para importir ini, pemerintah sudah memberikan sanksi berupa pencabutan izin. Tujuannya, untuk memberikan shock therapy kepada mereka.

Dikatakan, pada dasarnya secara tata niaga, pengawasan di post border bukan mengurangi atau menghilangkan syarat-syarat impor melainkan memperlancar barang masuk, dalam rangka efisiensi. Dalam tata niaga, jelasnya, yang berubah adalah pengawasan larangan dan pembatasan (lartas) oleh Bea Cukai yang sekarang sudah tidak ada.

”Kita mengurangi beban Bea Cukai, dalam rangka mengefisienkan. Barang boleh masuk, tapi pemerintah kapanpun kalau ada indikasi pelanggaran akan mengecek. Tentu akan ada sanksi administrasi sampai pada pidana,” ujarnya.

Dengan kebijakan pengawasan tata niaga impor di post border ini, ia katakan, seharusnya para importir merasa senang karena memperlancar. Sehingga ia berharap, para importir bisa mematuhi ketentuan mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi. ”Karena banyak ditemui bahwa mereka menganggap lancar itu karena syarat-syaratnya berkurang, padahal tidak, tapi pengawasannya,” jelasnya. ”Kita kasih kepercayaaan kepada Anda, sehingga patuhi peraturan, jangan hianati pemerintah,” imbuhnya.

Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah, Budiatmoko,  berharap para importir lebih paham dan mengerti, serta kemudian menjalankan kebijakan pemerintah. Sehingga arus barang menjadi lebih lancar. ”Kami terus memberikan pemahaman kepada importir di Jateng. Tujuan akhirnya meningkatkan jumlah produksi barang dan jasa di Jateng,” jelasnya. (sga/aro)