Percetakan Aneka Ilmu Gagal Pailit

1754

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perusahaan percetakan buku legendaris Semarang, CV Aneka Ilmu, berhasil diselamatkan. Percetakan milik H Suwanto ini sempat terancam pailit setelah diajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara oleh rekan bisnisnya, PT Alfa Polimer Indonesia (PT API). Saat ini, perkaranya mulai memasuki agenda pembahasan proposal perdamaian atau homologasi dalam sidang di Pengadilan Niaga (PN) Semarang.

Ketua tim kuasa hukum PT Alfa Polimer Indonesia, Dr Ibnu Aryo Nugroho, mengaku, kalau pihaknya sudah mengisyaratkan bahwa hasil PKPU sementara yang berjalan hampir 45 hari, berakhir dengan perdamaian. Sehingga ancaman pailit bisa terhindarkan.

Ia mengatakan, sesuai hasil voting, rencana perdamaian dan PKPU tetap berjalan lancar. Hampir seluruh kreditur memutuskan proposal rencana perdamaian yang diajukan Aneka Ilmu mencapai 99 persen suara sah.

Menurutnya, hasil PKPU sejak awal merupakan hasil yang diharapkan pihaknya. Ia berharap putusan majelis hakim pada 9 Mei mendatang berakhir dengan damai, dan CV Aneka Ilmu benar-benar melaksanakan isi perdamaian, yang kemungkinan besar akan disahkan homologasi oleh majelis hakim pada putusan akhir.

“Kami sedikit menyayangkan, karena beberapa kreditur tidak bersikap koperatif untuk mendaftarkan tagihannya kepada tim pengurus. Misalnya, ada satu bank plat merah yang memiliki tagihan, namun bersikeras tidak mau mendaftarkan tagihannya,”kata Ibnu didampingi empat anggotanya, I Komang Try Yogaswara Kertapati, Firman Liando, Bayu Aditya, dan Dzikurrahman, usai sidang, Kamis (3/5).

Namun demikian, advokat dari kantor hukum Tres Nugroho & Patners ini menghargai hal tersebut. Karena merupakan hak masing-masing kreditur dengan segala konsekuensi hukumnya. Pihaknya berharap setelah perdamaian terjadi, masing-masing kreditur telah memperoleh haknya masing-masing.

“Mudah-mudahan CV Aneka Ilmu dan H Suwanto perlahan-lahan dapat bangkit dan menjalankan usahanya dengan baik, lancar, serta bisa mengambil hikmah dari PKPU ini,”harapnya.

Salah satu tim pengurus dalam proses PKPU, Nuzul Hakim, mengaku, dalam agenda pembahasan proposal dari debitur (Aneka Ilmu dan Suwanto) tersebut, langsung dilakukan pelaksanaan voting perdamaian atas proposal dimaksud. Dari hasil pelaksanaan voting perdamaian itu, mayoritas kreditur baik separatis dan konkuren menyetujui.

“Atas proposal perdamaian debitur tersebut, maka selanjutnya akan diputus oleh majelis hakim pemutus pada 9 Mei mendatang. Nanti apakah hasil voting perdamaiannya bisa dihomologasi secara hukum atau tidak, semua keputusan di tangan majelis,”kata Nuzul Hakim.

Kuasa hukum CV Aneka Ilmu dan Suwanto, Kairil Anwar, mengaku kalau perdamaian tersebut merupakan harapan pihaknya. Ia mengaku menghormati putusan tersebut, dan akan mengikuti proses tersebut. Namun lebih jelasnya, pihaknya menanyakan langsung ke tim pengurus. “Dari hasil voting hampir semua kreditur menerima semua, kecuali kreditur pemohon yang nilai tagihannya Rp 20 juta yang menolak,”ujarnya. (jks/aro)