2 Penambang Pasir Tertimbun

532
SEMENTARA DIHENTIKAN : Proses pencarian dan evakuasi penambang yang tertimbun longsoran di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Jumat (4/5). (IST)
SEMENTARA DIHENTIKAN : Proses pencarian dan evakuasi penambang yang tertimbun longsoran di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Jumat (4/5). (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Dua penambang pasir di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar tertimbun pasir, Jumat (4/5). Mereka adalah Slamet Nurrohman, 57, dan Bawon Haryadi, 58,  keduanya warga Tegalrejo yang tengah menggali pasir di lokasi penambangan yang tidak jauh dari dusun setempat. Hingga pukul 17.00 WIB kemarin, seorang korban berhasil ditemukan dalam kondisi tewas.

Informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa ini terjadi menjelang waktu salat Jumat, sekitar pukul 11.30 WIB. Slamet dan Bawon diketahui tiap hari bekerja menggali pasir dan batu yang tidak jauh dari Desa Tambi, berbatasan dengan Desa buntu. Keduanya sejak pagi menggali pasir dengan alat manual.

Lokasi penggalian berada di bawah tebing setinggi 10 meter. Saat keduanya menggali, tiba tiba tebing tersebut longsor. Keduanya tertimbun. Kejadian ini, kali pertama diketahui istri Bawon yang sengaja mencari suaminya menjelang jumatan belum juga pulang.

“Pas istri Pak Bawon ke lokasi, suaminya sudah tertimbun,” kata Maman, 40, warga Tegalrejo.

Melihat kejadian ini, istri Bawon kemudian pulang dan meminta pertolongan warga. Dengan peralatan seadanya, warga dan tim SAR mencari korban dengan menggali timbunan tanah.

Tebalnya timbunan material membuat pencarian berjalan lambat. Sekitar pukul 17.00 WIB, tubuh Bawon Haryadi ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Prayit menyampaikan proses pencarian korban cukup lama karena kondisi medan sulit. Longsoran berupa material pasir, tanah dan batu menimbun lokasi penambangan. “Baru satu korban yang berhasil ditemukan. Kami terus berupaya mencari satu korban lagi,” katanya.

Petugas sengaja tidak menggunakan alat berat karena dikhawatirkan akan berdampak terhadap korban yang tertimbun. Hingga sore kemarin, korban Slamet belum diketemukan. Pencarian terpaksa dihentikan karena hujan deras mulai turun sehingga membahayakan keselamatan tim pencari. (ali/ton)