Judi di Siang Bolong, Empat Pria Dibekuk

1226
DIBEKUK: Para pelaku judi tiongpi saat ditangkap di kebun Desa Kwagen, Wonopringgo, mereka setiap jumat sering menggelar permainan judi tersebut. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBEKUK: Para pelaku judi tiongpi saat ditangkap di kebun Desa Kwagen, Wonopringgo, mereka setiap jumat sering menggelar permainan judi tersebut. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Anggota Polsek Wonopringgo menggerebek lokasi perjudian di sebuah tanah kosong di desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/6) siang kemarin.

Dari lokasi Polisi menangkap empat pria yang tengah asyik bermain judi tiongpie di siang bolong. Keempat tersangka yang diamankan adalah Arofi (44), Taufik  (41),  Amad Duri  (50) dan Muhamad Slamet (54) semuanya warga Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 889.000 dan 260 lembar kartu remi turut diamankan.

Kapolsek Wonopringgo AKP Aries Tri Hartanto, menyampaikan bahwa anggota Polsek Wonopringgo mendapat informasi dari warga sekitar tentang adanya praktik judi yang dilakukan di bulan Ramadan.

Sesampainya di lokasi, Petugas mendapati ke empat pelaku sedang asyik bermain judi tiongpie. “Kami langsung bergerak cepat, kini para pelaku dan barangbukti dibawa ke Polsek Wonopringgo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’ ungkap Kapolsek Wonopringgo.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom, menjelaskan bahwa terdapat 2 kalangan (kelompok permainan) perjudian lalu dilakukan penangkapan terhadap empat pelaku yang sedang bermain judi. Sedangkan enam lainnya berhasil melarikan diri.

“Empat orang yang berhasil kami amankan, sedangkan enam lainnya sempat kabur, namun identitas mereka sudah ada ditangan, saat ini sedang dilakukan pengejaran, bulan yang penuh barokah ini harus diisi dengan ibadah, bukan untuk berjudi,” kata Kasubag Humas Polres Pekalongan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terjerat Pasal 303 Ayat (1) ke-2 KUHPidana tentang perjudian. Keempatnya terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. (thd/bas)