Pejabat DPUPR Terancam Diberhentikan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dan jabatan, salah satu pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal terancam akan terkena pemberhentian secara tidak hormat. Penyalahgunaan wewenang dan jabatan yang dimaksud adalah menjual proyek-proyek di dinas tersebut untuk kepentingan pribadinya.

Demikian diungkap Bupati Kendal, Mirna Annisa. Ia mengatakan  jika dirinya akan tegas terhadap siapa saja yang ingin bermain-main dengan jabatan ataupun penyelewengan anggaran. “Saya tidak akan mentolerir untuk kesalahan ini, karena yang digunakan adalah uang negara jadi milik rakyat rakyat untuk membangun daerah tujuannya menyejahterakan rakyat,” katanya, kemarin.

Diakuinya, jika salah satu pejabat di DPUPR tersebut diduga telah menjual proyek pekerjaan kepada pihak ketiga. “Tidak hanya menjual proyek saja, tapi orang ini juga sudah mencatut nama saya. jadi mengatasnamakan jika yang jual proyek adalah Bupati,” bebernya.

Perihal siapa pejabat tersebut, Mirna enggan membeber. Ia menyerahkannya kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Nanti saja, nanti kalau sudah jadi tersangka juga tahu sendiri,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Mirna, kasus tersebut masih ditangani oleh pihak Inspektorat dan segera setelah didapatkan bukti kuat akan dilimpahkan ke Satreskrim Polres Kendal. “Sudah ditangani oleh Inspektorat dan Reskrim, kami tinggal menunggu hasilnya saja,” akunya.

Jika memang terbukti, Mirna mengaku akan memberikan sanksi berat berupa pemberhentian secara tidak hormat. “Tindakan ini sudah mencatut nama saya sebagai bupati dan merugikan negara. Jelas sanksinya diberhentikan secara tidak hormat,” tambahnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugroho mengaku sudah menerima laporan dari pihak Pemkab Kendal perihal adanya maklar proyek di DPUPR. “Berkas laporan sudah masuk, dan surat perintah penyidikan dari pimpinan juga sudah kami terima,” akunya.

Saat ini tahapannya, lanjut Nanung, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Jika memang dirasa nanti cukup bukti, maka akan ditingkatkan ke penyidikan sekaligus penetapan tersangka kepada terlapor. “Pekan depan baru akan kami mulai penyelidikannya, jadi kami belum bisa berkomentar banyak. termasuk membeber siapa terlapornya, karena ada azas praduga tak bersalah,” imbuhnya. (bud/bas)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -