Ajak Masyarakat Kendalikan Sampah Plastik

689
BERI APRESIASI : Wali Kota Hendi memberi penghargaan kepada siswa SMA dan sederajat se-Kota Semarang yang telah menerapkan program adiwiyata dan gerakan K3. (Ist)BERI APRESIASI : Wali Kota Hendi memberi penghargaan kepada siswa SMA dan sederajat se-Kota Semarang yang telah menerapkan program adiwiyata dan gerakan K3. (Ist)
BERI APRESIASI : Wali Kota Hendi memberi penghargaan kepada siswa SMA dan sederajat se-Kota Semarang yang telah menerapkan program adiwiyata dan gerakan K3. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau masyarakat untuk mengendalikan sampah plastik. Meski Semarang memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 67 hektare namun jika tidak dikendalikan, dikhawatirkan terjadi over kapasitas.

Persoalan sampah merupakan masalah klasik yang dihadapi kota besar, tak terkecuali Kota Semarang. Sebagai upaya menekan polusi dan limbah sampah, pemkot bekerjasama dengan PT Narpati untuk mengolah sampah menjadi pupuk kompos. Selain itu juga mengolah sampah menjadi gas methan dan listrik.

“Gas methan yang dihasilkan dari pengelolaan sampah TPA Jatibarang sudah dimanfaatkan 200 kepala keluarga (KK). Termasuk energi listriknya juga telah disalurkan untuk warga sekitar,” kata wali kota saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup di Balai Kota Semarang, Kamis (12/7).

Meski begitu, perlu adanya upaya proaktif dari masyarakat untuk membantu pemerintah mengatasi sampah. Salah satunya dengan mengoptimalkan bank-bank sampah yang ada. Termasuk menekan penggunaan plastik.

Menurut Hendi, sapaan akrab wali kota, masyarakat bisa menekan sampah agar tidak sampai ke TPA dengan cara mengurangi plastik dan menggantinya dengan bahan yang tidak sekali pakai dan reusable. “Untuk itu, saya minta masyarakat dapat melakukan gerakan untuk menekan sampah. Gunakan bahan yang tidak sekali pakai. Bisa juga dengan 3R (reduce, reuse, and recycle),” ujarnya.

Wali kota juga berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup ini tidak hanya seremonial belaka, melainkan dapat ditangkap esensinya. Saya beri apresiasi masyarakat yang telah peduli terhadap lingkungan dengan kegiatan pengendalian sampah plastik,” kata Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Gunawan Saptogiri menjelaskan, terdapat 50 bank sampah di Kota Semarang yang bisa dimanfaatkan untuk menekan penumpukan sampah di TPA Jatibarang.

“Sekitar 20 persen sampah dikelola di bank-bank sampah, dan sisanya baru masuk ke TPA. Bank sampah melakukan pemilahan sampah organik dan an-organik yang bisa diolah,” katanya.

Sampah organik, lanjut Gunawan, bisa diolah menjadi pupuk. Sementara sampah an-organik dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai lebih, seperti tas, vas bunga, dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, diserahkan pula penghargaan kepada siswa SMA dan sederajat se-Kota Semarang yang telah menerapkan program adiwiyata dan gerakan K3 (ketertiban, kebersihan, dan keindahan). (tsa/zal)