Bukti Masyarakat Tak Takut Teroris

457

Kita tidak boleh takut dengan aksi teror. Harus kita lawan dengan segala kemampuan yang kita miliki.

Kapolrestabes Semarang 
Kombes Pol Abioso Seno Aji

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang, Kamis (19/7) kemarin, menggelar nonton bersama (nobar) film 22 Menit di Theater XXI Paragon. Film tersebut menjadi bukti bahwa semua lapisan masyarakat bersatu melawan aksi terorisme.

Sejumlah Forkopimda yang ikut nobar yakni Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji,  Dandim 0733/BS Kolonel Muhammad Taufik Zega, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Film yang disutradarai Augene Panji dan Myrna Paramita ini diputar perdana di Kota Semarang.

Film ini diangkat dari kisah nyata, yakni tragedi ledakan bom di Thamrin Jakarta tahun 2016 silam. Dari pemutaran film tersebut, seorang anggota polisi dari unit lalu lintas meninggal di lokasi termasuk warga sipil. Selain itu, juga menimbulkan banyaknya korban luka-luka akibat ledakan dan penembakan yang dilakukan teroris.

“Makna dari film ini yang harus kita tangkap bersama adalah aksi teror adalah musuh kita bersama. Dan yang paling penting adalah kita tidak boleh takut dengan aksi teror. Harus kita lawan dengan segala kemampuan yang kita miliki,” tegas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji, usai menonton film tersebut.

Sesaat sebelum bom meledak di pos polisi Jalan MH Thamrin, film tersebut juga mengisahkan para petugas sedang melakukan aktivitasnya mengatur lalu lintas, bercengkrama dengan petugas lain, hingga melakukan penilangan terhadap pelanggar lalu lintas.

Tawa penonton kembali pecah saat melihat ternyata pelanggar tersebut diperankan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, sedang berboncengan dengan istrinya dihentikan petugas polisi dan diminta menepi. “Wahh repot ya kalau begini,” dialog Kapolri dalam film tersebut. Sang istri kemudian menimpali. “Kok ditilang pak, saya temannya Kapolri lho,” salah satu dialog dalam film.

“Itu pesannya adalah bahwasanya kepolisian saat melakukan penegakan hukum tidak pernah memilah-memilah, siapa yang melanggar ya tetap akan ditindak,” tegas Abioso.

Di menit-menit akhir setelah terjadi ledakan, film tersebut memperlihatkan, sigap dan cepatnya anggota kepolisian dalam melumpuhkan para pelaku teror di lokasi. Bahkan, juga dilakukan penangkapan di berbagai daerah termasuk luar Jawa dalam waktu hampir bersamaan.

Pada kesempatan yang sama, Kolonel M Taufiq Zega sangat mengapresiasi film tersebut. Menurutnya, pemutaran film ini untuk menumbuhkan cinta Tanah Air. “Nggak cuma TNI dan Polri saja ya saya kira, semua lapisan masyarakat terlibat bersatu melawan terorisme, ini yang saya tangkap dari film tadi,” imbuhnya. (mha/zal)