Kedatangan Laksamana Cheng Ho Lebih Meriah

869
BERSIH-BERSIH : Pengurus Kelenteng Besar Tay Kak Sie membersihkan altar milik kongco Sam Poo Tay Djien dalam persiapan memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho mendarat di Semarang ke-613. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSIH-BERSIH : Pengurus Kelenteng Besar Tay Kak Sie membersihkan altar milik kongco Sam Poo Tay Djien dalam persiapan memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho mendarat di Semarang ke-613. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Puluhan pengurus Kelenteng Besar Tay Kak Sie membersihkan altar milik kongco Sam Poo Tay Djien. Mereka mempersiapkan hajatan besar tahunan yaitu kirab budaya memperingati kedatangan Laksamana Cheng Ho mendarat di Semarang ke-613.

Ketua Panitia, Yoe Yoe Hok, menjelaskan peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo Tay Djien ke Semarang akan berlangsung pada 11 dan 12 Agustus mendatang. Pada 11 Agustus 2018 terdapat malam kesenian dengan bintang tamu Didik Nini Towok. Di hari yang sama atau sebelum hari kirab, Klenteng Tay Kak Sie juga akan menerima kedatangan tamu dari kelenteng daerah lain yang akan mengikuti kirap.

“Hingga saat ini, sudah ada enam klenteng yang berencana ikut memeriahkan acara. Antara lain Klenteng Gunung Kalong, Damma Dipa Tanggerang, Eyang Kanjeng Selamet Semarang, Kentangan, dan satu klenteng dari Jakarta,” katanya.

Dan pada puncak acara, yakni 12 Agustus tepat pukul 05.00 akan digelar kirab budaya dari Klenteng Tay Kak Sie (Pecinan Semarang) menuju Klenteng Sam Po Kong (Simongan) dan kembali lagi ke Klenteng Tay Kak Sie.

Dari Klenteng Tay Kak Sie, rombongan akan melewati Jalan Kranggan, Depok, Pemuda, Sugiopranoto, Jembatan Banjir Kanal, Simongan dan sampai ke Klenteng Sam Po Kong. Diperkirakan peserta mencapai 2.000 orang.

“Pada acara tersebut, akan ada 10 sasana Barongsai yang meriahkan acara kirab. Bahkan pada perayaan tahun lalu, cukup banyak barisan. Kepalanya ada di Lawang Sewu, sedangkan ekornya sampai Mal Paragon. Tahun ini akan lebih meriah dan banyak masyarakat yang mengikutinya,” imbuhnya.

Sesampainya di Klenteng Sam Po Kong, digelar upacara sembahyang bersama, serta pementasan barongsai. Kemudian pukul 13.00 rombongan pulang ke Klenteng Tay Kak Sie melintasi beberapa Klenteng di Semarang.

Pelaksana Acara, Hindarto, menjelaskan, filosofi digelarnya kirab budaya ini untuk mengenang Laksamana Cheng Ho. Diharapkan membawa berkah bagi seluruh umat terutama untuk kesejahteraan keluarga dan kelancaran dagang serta pemersatu seluruh umat.

Disebutkan Laksamana Cheng Ho merupakan seorang muslim yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Namun masyarakat Tionghoa tetap menghormatinya dan selalu memperingati kedatangan setiap tahun. “Laksamana Cheng Ho hidup pada masa Dinasti Ming. Ia dipercaya memimpin armada laut China mengarungi penjuru dunia. Misinya untuk diplomasi perdamaian, dagang dan bertukar kebudayaan,” katanya.

Sedangkan tradisi peringatan kedatangan Cheng Ho sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Khususnya Semarang, untuk menjaga agenda wisata tahunan. “Dalam acara tersebut, Dinas Pariwisata Semarang akan ikut memberikan dukungan dengan menyumbang penampilan kesenian,” paparnya. (hid/ida)