Perbasi Jateng Targetkan Emas

1092
TIMNAS :  Ketua Perbasi Jateng Bambang Wuragil bersama pelatih basket SMA Semesta Frans Wisnu saat bertemu dengan Sadat Saifudin, pelajar yang lolos ke timnas basket KU 18. (Chrisnawati Dyah Utami/Jawa Pos Radar Semarang)
TIMNAS :  Ketua Perbasi Jateng Bambang Wuragil bersama pelatih basket SMA Semesta Frans Wisnu saat bertemu dengan Sadat Saifudin, pelajar yang lolos ke timnas basket KU 18. (Chrisnawati Dyah Utami/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sadat Saifudin Fathoni menjadi satu-satunya wakil asal Jawa Tengah yang lolos seleksi nasional bola basket  U18 Kejuaraan FIBA Asia 2018 yang akan digelar di Thailand pada 5-11 Agustus mendatang.

Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Tengah Bambang Wuragil mengungkapkan, target yang akan dicapai tidak hanya kejuaraan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), melainkan untuk PON 2020 mendatang di Papua.

“Kita mau menyandingkan putra putri untuk meraih medali emas pada PON mendatang. Kalau tahun kemarin kan hanya putri saja Jawa Tengah yang dapat emas. Kita targetkan untuk PON mendatang putra putri Jawa Tengah bisa bawa emas,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Perbasi mendukung Semesta melalui klub Kumala Jaya untuk kejuaraan ini. Bambang mengakui, Semesta untuk tingkat Jawa Tengah sudah sangat meningkat. “Sadat juga terpilih pra-PON. Saya berharap saat PON nanti ia bisa perkuat tim Jawa Tengah. Karena selama ini tim putra hanya mendapatkan perak. Makanya tahun ini semoga putra-putri bisa bersanding dapat emas,” tandasnya.

Sementara itu, Sadat salah satu siswa SMA Semesta mengungkapkan mulai menekuni basket baru dua tahun terakhir. “Awalnya cuma main dan sekedar hobi. Setelah masuk Semesta, punya tujuan agar kepilih timnas. San Alhamdulillah sekarang bisa masuk timnas. Padahal saya baru menekuni basket baru banget. Beda sama anggota timnas lain yang udah sejak lama,” ujarnya.

Pihak orang tua sempat melarang hobi barunya tersebut, sebab peralatan basket yang mahal. Namun setelah mengetahui prestasi anaknya, mereka mendukung penuh di dunia basket. “Awalnya sempat keberatan Sadat bermain basket, soalnya kan harga kostum mahal. Tapi setelah melihat kemajuan dia, akhirnya kami dukung dia sampai keinginannya tercapai,” kata Hartati, 37, ibu Sadat. (mg8/mg9/zal)