Pembangunan Embung Harus Dikebut

374

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov diminta untuk terus mengebut pembangunan embung di Jawa Tengah. Sebab, keberadaan embung sangat dibutuhkan sebagai sumber air baku, dan yang utama adalah sebagai pengairan sawah tadah hujan. Dengan begitu, bisa menjadi salah satu alternatif mengantisipasi bencana kekeringan setiap tahunnya.

“Masih banyak pembangunan embung diĀ  Jawa Tengah. Harus selesai sesuai garget dan tidak molor,” kata Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri.

Ia mengaku terus melakukan pemantauan progresĀ  pembangunan embung di Jateng. Salah satunya pembangunan tiga embung di Desa Ngerjo, Kecamatan Ringinarum, Kendal oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah. Ketiga embung itu yakni embung Ringinarum, Telorejo, dan Ngerjo. Dalam pembangunan embung itu, total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 4,980 miliar. “Pengembangan embung ini akan sangat bermanfaat sebagai sumber air baku, dan yang utama adalah sebagai pengairan sawah tadah hujan,” ujarnya.

Tiga embung tersebut akan digunakan untuk pengairan sawah warga yang luasnya sekitar 8 hektare. Air yang digunakan juga asalnya dari tanah jadi walaupun musim kemarau embung ini tidak akan mengalami kekeringan. Embung yang dibangun saat ini memiliki kapasitas tampung mencapai 40.851 meter kubik dengan kedalaman 4,5 meter. Penyediaan sarana dan prasarana air itu memang sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan air. “Pembangunan tersebut kami harapkan bisa selesai bulan November nanti. Keamanan juga perlu diperhatikan karena embung inikan dibangun di belakang SD, jangan sampai ada siswa yang masuk ke dalam proyek,” tambahnya.

Anggota Komisi D, Siti Ambar Fatonah, mengatakan harus ada pagar besi di sekitar embung agar anak-anak tidak mudah masuk ke area proyek karena akan sangat berbahaya. “Semua air dari embung bisa terdistribusi sampai ujung sawah. Jangan sampai yang kebagian air cuma yang deket embung saja,” katanya.

Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Dinas Pusdataru Jateng, Radito mengatakan, dengan debit air di tiga embung itu, maka nantinya mampu mengcover semua lahan persawahan warga. Soal pagar pengaman, pihaknya siap melaksanakan saran/ masukan dari Dewan. “Untuk keselamatan anak-anak, nanti akan kita pasang pagar pengaman menggunakan BRC Galvanis di sekeliling embung agar anak-anak tidak bisa masuk ke area proyek,” kata Radito. (fth/zal)