Jateng Butuh Investor Pariwisata


789

PATI-Pengembangan pariwisata di Jateng cukup menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Namun sayang, potensi pariwisata tersebut belum sepenuhnya tergarap sempurna sebagai destinasi unggulan, khususnya yang berada di daerah.

“Memang untuk mengembangkan potensi tersebut, kepariwisataan Jateng membutuhkan gelontoran dana dari investor. Saat ini, penggalian potensi kepariwisataan di daerah terus digalakkan,” kata Humas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jateng, Aryo Bimo.

Menurutnya, daerah sebenarnya sangat kaya destinasi wisata, namun kendalanya pengembangan dan pemasaran yang kurang. “Karena itulah, Program Visit Jateng selain memfokuskan ke destinasi wisata besar, juga wisata kecil yang potensial,” katanya.

Dalam pengembangan wisata kecil di daerah, katanya, akan terus menggandeng investor. Hal itu jauh lebih optimal dan efektif. “Kami sudah dapatkan investor untuk Pantai Ujungnegoro di Batang. Daerah lain akan kami upayakan juga,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Pati, Sigit Hartoko mengatakan bahwa potensi wisata di daerahnya cukup potensial, hanya saja pengembangannya masih kurang optimal. Sejauh ini pihaknya tengah fokus membenahi Pati wilayah selatan.

“Ada tiga destinasi di Pati selatan, yakni Makam Syaikh Jangkung, Goa Pancur dan Desa Wisata Talun. Problemnya, kami butuh investor untuk membangun dan mengembangkannya,” katanya.

Desa Wisata Talun berada di Desa Talun, Kecamatan Kayen. Memiliki belasan hektar untuk kolam pancingan. Kolam pancingan ini setiap harinya dikunjungi ratusan orang. Bahkan saat weekend dan hari libur lebih dari 500 orang. “Transaksi ikan paling sepi perhari 2 kuintal,” katanya.

Makam Syaikh Djangkung menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi orang. Kharismatik putra Sunan Muria ini menjadi objek yang tidak boleh ditinggalkan. Tercatat, makam ini pernah diziarahi oleh Presiden Soekarno, Megawati, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng dan pejabat tinggi negara lainnya. “Orang yang memiliki hajat, berdoa disini akan dikabulkan,” terangnya.

Paling fenomenal adalah Goa Pancur. Goa sepanjang 2,5 kilometer ini masih perawan di perbukitan kapur. Dalam goa yang mengalir sungai jernih ini, terdapat fenomena Batu Jaran, Batu Gajah, Batu Gentong, Batu Nganten dan Batu Kenthongan di antara stalaktit dan stalakmit yang menjulang. Uniknya, di kedalaman 1 kilometer terdapat sumber air panas. “Kami tawarkan ke investor agar digarap serius,” paparnya.

Sementara itu, di Kabupaten Rembang, sejumlah tempat wisata juga membutuhkan investor untuk dikembangkan lebih serius lagi. Sejauh ini, potensi wisata di ujung timur Jawa Tengah ini cukup bagus dengan beragam wisata alam, wisata kuliner dan wisata budaya.

“Kami akan mengembangkan lebih besar lagi. Kendala kami, belum mendapatkan investor,” tandas Kepala Bidang Kepariwisataan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, Murni Nur Rif’ah. (zah/ida)