Kholiq: Bioskop Setan Ditutup Saja

341

WONOSOBO—Bupati Wonoso­bo Kholiq Arif meminta pengelola bioskop Dieng untuk memilih sajian film yang mendidik. Karena selama ini, diketahui bioskop itu menyajikan, film yang tidak sehat ditonton. Bahkan dia menyebut dengan istilah bioskop setan.
“Tiap kali saya lewat di dekat bioskop Dieng bersama anak saya, anak saya selalu bilang, bioskop isinya kok setan ya,”kata Kholiq Arif, kemarin (18/12) saat memberikan materi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel di depan ratusan kepala sekolah SD hingga SMA di Wonosobo.
Kholiq menegaskan, film merupakan salah satu media tontonan yang membentuk nalar dan pemikiran para penontonnya. Selama ini, dia mengamati sajian film di bioskop satu-satunya di Wonosobo itu, tidak mendidik karena film yang dipilih berbau setan.
“Film kok suster budeg, anak kuntilanak, dan jenis-jenis film setan lainnya. Kalau tidak mau ganti film yang ditontonkan, mending kita tidak punya bioskop tidak apa-apa,” katanya.
Di hadapan para kepala sekolah dari SD hingga SMA di Wonosobo itu, Kholiq juga mengkritik budaya menonton televisi. Menurutnya, para guru dan orang tua harus benar-benar membatasi waktu kepada anak dalam menonton televisi. Selain itu harus memilah mana tontonan sehat untuk anak.
Dalam forum itu, Kholiq juga mengkritik kepala sekolah yang sibuk dengan urusan administrasi sekolah. Namun melupakan tanggung jawab pokok sebagai guru yang punya tanggung jawab membentuk karakter siswa didiknya.
“Kepala sekolah hanya ngurusin laporan, bahkan ada yang merangkap jabatan, sebagai panitia anggaran dan bendahara proyek pembangunan. Ingat tugas kepala sekolah bukan hanya sukses secara kuantitatif namun harus kualitatif,” katanya memberi peringatan.
Kholiq Arif meminta agar pendidikan bisa ikut membangun karakter bangsa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Margiyono, menyampaikan, rapat koordinasi kerja kepala sekolah se-Kabupaten Wonosobo itu, menghadirkan pembicara dari berbagai elemen, di antaranya dari Kejaksaan Negeri memberikan materi tentang transparansi dan akuntabilitas, dari Polres Wonosobo dan Kodim 0707 Wonosobo memberikan materi pendidikan nasionalisme. (ali/lis)