131 Unit Koperasi Mati Suri

377

MUNGKID—Sebanyak 131 koperasi di Kabupaten Magelang mengalami mati suri. Meski telah terdaftar koperasi tersebut tidak mampu berkembang bahkan keanggotaannya juga tidak jalan.
”Kita (Kabupaten Magelang, Red) memiliki 574 koperasi ber­bagai jenis. Mulai jasa, kon­­sumsi, produksi dan simpan pinjam, hanya 131 koperasi yang tidak aktif,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM, drs H Edy Susanto didampingi Kepala Seksi Bina Usaha dan Permodalan, M Ali, kemarin.
Penyebab mati surinya koperasi itu, kata dia diakibatkan banyak angggota yang mundur. Juga karena banyak tunggakan pinjamanm uang koperasi yang tidak dikembalikn anggota.
Pihaknya terus melakukan pembinaan kepada koperasi tersebut. ”Koperasi yang bisa dibangkitkan kita coba bantu menyeelesaikan masalaahnya,” katanya.
Meski banyak koperasi yang tidak aktif, pihaknya mengata­kan Kabupaten Magelang tetap mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai kabupaten penggerak koperasi. Penghargaan yang diberikan itu adalah Paramadana Madya Nugraha Koperasi. Penghargaan didasarkan keputusan Menteri Negara Koperasi dan UMKM nomor 53/kep/ M.KUKM/IX/2013 tanggal 15 November 2013 kemarin.
“Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UMKM, kepada Gubernur Jateng dan Bupati Magelang. Penghargaan diberikan pada saat rapat koordinasi nasional (rakornas) koperasi di Jakarta, awal Desember kemarin,” kata dia.
Penghargaan yang diberikan setiap tiga tahun itu, kata Edy, didahului sejumlah penilaian. Dimulai pada Mei lalu, dengan penyampaian data, verifikasi data dan verifikasi lapangan. Terakhir dengan pemaparan di kementerian. Sebelumnya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, ada peningkatan dana alokasi dari APBD untuk pemberdayaan koperasi dari tahun ke tahun.
Di Indonesia sendiri, lanjutnya, ada 36 kabupaten/kota yang mendapat penghargaan serupa. Untuk Jawa Tengah, ada 18 kabupaten/kota yang mendapatkan. Meliputi Kota Pekalongan, Sragen, Jepara, Boyolali, De­mak, Kabupaten Magelang, Ban­jarnegara, Kabupaten Sema­rang, Kota Magelang, Cilacap, Kabupaten Pekalongan, Kota Surakarta, Rembang, Kebu­men, Purworejo, Kendal dan Kabu­paten Banyumas.
”Untuk Jawa Tengah, kita berada di urutan enam, di bawah Kota Pekalongan, Sragen, Jepara, Boyolali dan Demak,” imbuh M Ali. Sebelumnya, kata Ali, pada tahun 2010 Kabupaten Magelang juga memperoleh penghargaan Paramadana Madya Koperasi. Kemudian, pada tahun 2012 lalu, Koperasi Pariwisata ‘Catra Gemilang’ di Kecamatan Borobudur, juga mendapat penghargan tingkat nasional di bidang jasa.
“Untuk tahun 2013 ini, selain penghargaan Paramadana Madya Nugraha itu, KPRI ‘Berkah’ Muntilan juga memperoleh penghargaan tingkat nasional di bidang simpan pinjam,” pungkasnya. (vie/lis)