Didakwa Eksploitasi Sumber Daya Alam

386

Penjual Satwa Liar Disidang

MUNGKID— Pelaku penjualan satwa liar, Suryanto, warga Malanggaten Kota Magelang yang ditangkap oleh Mabes Polri di Pasar Burung Muntilan Kabupaten Magelang mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN) Mungkid, kemarin. Dia didakwa melakukan tindak pidana eksploitasi sumber daya alam hayati dan ekosistem
Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan itu, Suryanto dituduh memperniagakan satwa-satwa yang dilindungi undang-undang antara lain, kucing hutan, burung hantu, burung alap-alap, burung elang, kijang, landak, trenggiling, dan kukang.
Jaksa penuntut umum (JPU) Titin Resthiana SH mengatakan, aneka satwa itu termasuk yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Yakni, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan tanpa mengantongi izin dari Menteri Kehutanan.
”Perbuatan terdakwa itu melanggar pasal 21 ayat (2) huruf a jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,” katanya, kemarin, dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Ali Sobirin SH MH.
JPU Titin mengatakan, awalnya terdak­wa memiliki hobi memelihara hewan atau satwa. Karena ada yang berminat membeli dia menjadi bersemangat untuk ”memburu” satwa-satwa dimaksud ke sejumlah daerah seperti pasar Wonosobo, Salatiga, Parakan (Temanggung) dan Muntilan.
Dengan modal awal Rp 10 juta, kata jaksa Titin, terdakwa membeli satwa-satwa hasil tangkapan itu langsung dari petani atau pemilik. Seekor burung elang hutan misalnya, dibeli dari orang tak dikenal di pasar Wonosobo Rp 200.000.
”Rencananya, burung elang itu akan dijual dengan harga Rp 250.000,” katanya, di hadapan hakim ketua Ali Sobirin SH MH, didampingi hakim anggota, Erni Kusumawati SH dan Mario Parakan SH, serta panitera pengganti Yunaini Siswinoto SH.
Terdakwa ditangkap petugas dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri saat berjualan di Pasar Burung Muntilan, Rabu (18/9) sekitar pukul 10.00. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain, 4 ekor burung hantu, 3 ekor burung elang brontok, 3 ekor kucing hutan, 2 ekor elang brontok.
Kemudian, 2 ekor kukang, 1 ekor kijang, 1 ekor landak, dan 1 ekor bajing terbang. Hewan-hewan tersebut dimasukkan ke dalam kandang dari kawat besi dengan ukuran bervariasi, sesuai besar kecilnya satwa bersangkutan. (vie/lis)