Perlu Inovasi Pertanian

350

TEMANGGUNG—Upaya peningkatan produktivitas pertanian dibutuhkan sebagai rangsangan menaikkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai kualitas yang baik, dibutuhkan tahapan dan target yang diupayakan. Penetapan target dibutuhkan agar dapat mengukur produktivitas hasil, utamanya yang menyangkut produk khas Temanggung.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Temanggung dari Fraksi PDI Perjuangan, Aryadi. Menurutnya, selama ini sektor pertanian dalam arti luas bukan lagi bicara produktivitas namun sudah mengarah pada peningkatan kualitas. ”Namun beberapa komoditas pertanian belum mencapai potensi yang ada maka diperlukan adanya target-target setiap tahunnya,” kata dia.
Ia mengatakan, beberapa komoditas yang harus mendapatkan perhatian khusus misalnya padi dan tanaman pangan lainnya, perikanan air tawar, perkebunan dan lainnya. ”Seperti kopi, panili, klengkeng dan jeruk keprok,” terangnya.
Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi mengatakan, pengembangan komoditas di sektor pertanian harus ditangani secara komprehensif dan berkesinambungan. Tidak hanya faktor kuantitas, meskipun itu penting, tetapi juga faktor kualitas dan kontinuitas. Beberapa komoditas pertanian tanaman pangan seperti padi produktivitasnya sudah melebihi produktivias rata-rata Provinsi Jawa Tengah. ”Untuk tanamanan pangan kita peringkat lima di Provinsi Jateng tingkat produktivitasnya,” katanya.
Terkait dengan pakan ikan, Pemkab melalui SKPD terkait telah memberikan dan memfasilitasi terutama untuk menciptakan kemandirian pembuatan pakan ikan. ”Anatara lain bantuan alat pembuat pakan ikan, pemanfaatan bahan lokal sebagai bahan pakan ikan dan sebagainya,” terangnya.
Ia mengatakan, uintuk tanaman kopi yang disarkan oleh DPRD difokuskan di 2 kecamatan akan diperhatikan. Mulai tahun ini, Pemkab sudah menjajaki kerja sama dengan Puslikoka Jember dalam penyediaan bibit unggul. ”Peremajaan tanaman kopi yang sudah saatnya diremajakan,” terangnya.
Ia mengatakan, untuk pengembangan tanaman panili, di lahan pekarangan sebagai upaya untuk kembali menjadikan panili sebagai salah satu ikon daerah, akan ditindaklanjuti oleh Pemkab. ”Juga dengan klengkeng dan jeruk keprok,” tambahnya.
Ia menambahkan, untuk penggunaan sistem SRI, Pemkab sudah mengaplikasikan dalam bentuk sekolah lapang sejak tahun lalu. Pada tahun depan akan dikembangkan pada lahan seluas 1.400 hektar. (zah/lis)