Tanggul Pemisah Kali Putih Dijebol

395

MUNGKID—Tanggul pemisah antara Kali Putih lama dengan yang baru di Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang dijebol oleh ratusan warga di sekitar lokasi. Warga beralasan kali putih yang baru harus segera difungsikan untuk mengantisipasi ancaman banjir lahar dingin.
”Ini kan sudah mendekati puncak musim hujan. Keberadaan Kali Putih yang baru harus difungsikan karena jika hanya mengandalkan Kali Putih lama maka banjir bisa saja melimpas ke permukiman lagi,” Kadus Gempol Desa Jumoyo, Sudiyanto, kemarin.
Ada sekitar 700 warga yang bekerja bakti dengan peralatan seadanya seperti cankul, dan slenggrong. Mereka berasal dari Dusun Gempol, Dusun Kadirogo, Dusun Kemburan, Dusun Dowakan, Dusun Tegalsari, dan Dusun Seloireng.
Seperti diketahui pada 2012 pemerintah pusat melalui BNPB dan BBWSSO membangun alur Kali Putih baru selebar 70-100 meter. Sungai baru ini dilengkapi jembatan ganda dan diharapkan mampu memecah banjir lahar sehingga tidak lagi menerjang jalan raya dan Dusun Gempol.
”Selain untuk melindungi kampung, ini juga akan mengamankan jalan raya Magelang-Jogjakarta. Jika jalan nasional terendam lahar lagi maka lalu lintas akan macet. Yang rugi tidak hanya kami namun juga pengendara yang lewat,” kata dia.
Tokoh warga Gempol Marsudi menambahkan tanggul yang dibuka sepanjang 50 meter dengan kedalaman sekitar dua meter. Dengan pembukaan ini maka arus lahar otomatis tidak akan melewati Kali Putih lama namun langsung masuk Kali Putih.
Muhrodin, 42, tokoh masyarakat lainnya mengatakan pihaknya mendukung penuh pemfungsian alur Kali Putih baru tersebut. Ia yakin hal ini akan membuat banjir lahar bisa mengalir lebih lancar.
”Dusun kami berdampingan dengan Kali Putih sehingga terancam lahar,” kata dia.
Dihubungi terpisah, pelaksana teknik PLG Merapi BBWSSO Hery Priyanto meminta warga berhati-hati karena justru mengancam warga di wilayah hilir.
”Jangan terlalu dalam. Kami sengaja membuat elevasi satu meter agar jika banjir satu meter tetap melewati sungai lama namun jika lebih besar masuk sungai baru,” terangnya. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.