Pemecatan Tak Melalui Mekanisme

327

Sidang Gugatan Susilo

MUNGKID—Sidang perdata gugatan pemecatan terhadap Susilo SPt dari kader PDI Perjuangan kembali digelar di Pengadilan Negeri Mungkid, kemarin. Sejumlah saksi yang diajukan ketua DPRD Kabupaten Magelang menyatakan pemecatan tidak melalui mekanisme partai.
”Pemecatan dilakukan bertahap, didahului beberapa kali peringatan dan skorsing,” kata Panggah Wilopo, 46, pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang periode 2006-2010, kemain.
Menjawab majelis hakim, apakah peme­catan Susilo SPt diproses sesuai mekanisme AD/ART partai, saksi yang dihadirkan kuasa hukum Susilo itu mengatakan tidak tahu. Alasannya, dirinya sudah tidak lagi menjadi pengurus partai.
Saksi mengatakan, dalam Pilbup Magelang 2013, Susilo SPt bersama Drs Mujadin Putu Murja MM, menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung koalisi PAN dan PPP. Kala itu, Susilo masih menjadi kader PDIP.
Di sisi lain, DPP PDIP merekomendasi­kan Zaenal Arifin SIP dan HM Zaenal Arifin SH sebagai pasangan cabup dan cawabup. Sesuai kebijakan partai, setiap kader PDIP berkewajiban mengamankan rekomendasi DPP seperti disebutkan dalam pasal 15 AD/ART.
Saksi lain yang diperiksa dalam sidang yang dihadiri kuasa hukum Susilo SPt, Wasit Wibowo SH, maupun kuasa hukum DPC dan DPP PDIP, Janu Iswanto dan Saji SH, adalah Sukobul, 40, juga pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang periode 2006-2010.
Sebelum menutup sidang, hakim ketua, Alimin Ribut Sujono SH MH, didampingi Ali Sobirin SH dan Erni Kusumawati SH, memutuskan menunda sidang hingga Selasa (7/1) mendatang. (vie/lis)