Pemkab Temanggung Sediakan Rusunawa

453

TEMANGGUNG—Pemkab Temanggung akan segera membangun rumah susun sederhana (rusunawa) sebanyak 190 unit. Rencananya dimulai Januari hingga Agustus mendatang.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Temanggung Supardiyono, rusunawa berlokasi di Desa Kranggan Kecamatan Krang­gan. Anggarannya berasal dari APBN 2014 yang dikelola satuan kerja Kementerian Pekerjaan Umum.
Tanah bakal lokasi rusunawa kata dia, sebelumnya merupakan bekas bengkok desa setempat, yang kondisinya agak berbukit-bukit. Sehingga diperlukan waktu cukup lama untuk meratakan dan memadatkannya. “Pembangunan rusunawa tersebut akan dilakukan, setelah perataan dan pemadatan tanah bakal lokasi pembangunannya selesai beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Lanjut Supardiyono, biaya untuk meratakan tanah sekitar Rp 190 juta dari APBD perubahan 2013 lalu. Menurutnya, rusunawa tersebut direncanakan memiliki luas bangunan kurang lebih 20 x 60 meter persegi, dan terdiri atas lima lantai. Dengan luas dan bentuk bangunan seperti itu, jumlah unitnya adalah sebanyak 190. 
Rusunawa tersebut nantinya akan disewakan kepada warga, terutama yang kurang mampu dan belum memiliki tempat tinggal. Karena itu, tarif sewa yang akan dikenakannya direncanakan masih terjangkau oleh warga bersangkutan. “Pembangunan rusunawa tersebut tidak diorientasikan untuk mencari tambahan pendapatan asli daerah, namun yang utama adalah membantu perumahan bagi warga kurang mampu dan belum memiliki tempat tinggal, “ paparnya.
Dengan adanya rusunawa diharapkan mengurangi pembangunan rumah-rumah baru oleh warga dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif. Apalagi, saat ini, lahan pertanian produktif telah banyak berkurang akibat dimanfaatkan untuk perumahan-perumahan tersebut.
“Selain menyediakan rumah sewa yang layak bagi warganya, pembangunan rusunawa diharapkan ikut membatasi pemakaian lahan pertanian produktif untuk kepentingan perumahan warga, “ imbuhnya.
Papar dia, untuk membatasi penggunaan lahan produktif bagi perumahan sebetulnya pemerintah menyarankan warga membangun rumah susun atau rumah tingkat. Namun, untuk keperluan tersebut diperlukan biaya yang tinggi, sehingga tidak semua warga mampu. Dengan demikian rusunawa dinilai menjadi alternatif yang paling memungkinkan. (lis)