Cakades Kena Pungutan Rp 2 Juta

349

MUNGKID—Calon kepala desa Gondowangi Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang mengadukan panitia pemilihan kepala desa ke Pemkab Magelang. Penyebabnya mereka ditarik iuran Rp 2 juta untuk pelaksanan pilkades yang seharusnya sudah dibiayai negara.
”Kami ditarik iuran yang katanya untuk nombok kekurangan biaya pelaksanaan pilkades. Kami terpaksa membayarnya karena tidak punya pilihan,” kata Harjun Puguh Setiyawan salah satu cakades usai melapor di Pemkab dan DPRD, kemarin.
Dia bersama Sri Haryuni, calon kades lainnya. Menurutnya, pungutan itu terrmasuk liar karena tidak ada dasar hukumnya.
Harjun mengatakan panitia beralasan biaya pilkades sekitar Rp 45 juta. Karena baru tersedia anggaran sebesar Rp 22,5 juta maka kekurangannya dibebankan ke cakades.
”Kami awalnya diminta membayar Rp 22,5 juta. Setelah negosiasi akhirnya masing-masing cakades membayar Rp 2 juta,” kata dia.
Cakades Sri Haryuni menjelaskan pihaknya telah melaporkan kasus ini ke bupati Magelang melalui Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Magelang Ary Widhi Nugroho.
Dia berharap bupati akan membatalkan hasil pilkades Gondowangi dan kemudian menggelar pilkades ulang.
”Kami menerima kekalahan jika yang menang bukan cakades yang curang. Jika dia (Bambang Setiaji) tetap dilantik kami tidak terima dan akan menuntut,” tegas Sri. (vie/lis)