Tangkap Orgil, Dilepaskan

379

TEMANGGUNG—Penertiban terhadap orang dengan gangguan jiwa di Kabupaten Temanggung mengalami kesulitan penanganan, sebab, para orang gila (orgil) yang ditertibkan tersebut tidak ada SKPD yang menanganinya. Untuk sementara, dari penangkapan yang telah dilakukan terpaksa dilepaskan kembali karena lemah dalam penanganan.
“Tadi (kemarin) kami, menangkap orang gila, tapi kami lepaskan lagi karena Dinas Sosial tidak bisa menangani seperti sebelum-sebelumnya,” kata Kasi Gakda Satpol PP Temanggung, Cukup Sudaryanto.
Dinas Sosial Kabupaten Temanggung meliburkan operasi terhadap orang gila yang berkeliaran di jalan karena belum tahu akan dibawa orang gila yang berhasil dirazia. ”Kami tunda pelaksanaan program garukan orang gila. Kami sedang jadwal lagi sampai batas yang belum ditentukan,” kata Kabid Masalah Sosial Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Widiarso.
Dia mengatakan surat rekomendasi pembebebasan biaya pengobatan sakit gangguan jiwa dari Dinas Sosial untuk RSJ sudah tidak berlaku lagi sejak pemberlakuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 1 Januari 2014. Maka kini pengobatan gelandangan gila di RSJ harus membayar.
Dia mengemukakan selama 2012 ada 118 orang yang terjaring operasi ketertiban. Dari jumlah itu 38 dikirim ke RSJ Magelang, 17 dikirim ke balai rehabilitasi sosial Margowidodo Semarang dan 24 dikembalikan pada keluarga. ”Warga yang lain ada yang menjalani hukuman tipiring,” katanya.
Dikatakan untuk data hasil operasi 2013 masih diproses ulang, sebab akan dipadukan dengan data orang yang masih dirawat di RSJ Magelang dan balai rehabilitasi sosial Semarang, serta dengan instansi terkait. Dinsos mengusulkan pada bupati untuk dilakukan rapat koordinasi dalam penanganan orang telantar. Ini diperlukan agar penanganan orang gila telantar tetap bisa dilakukan, sehingga mereka tidak berkeliaran dan sembuh dari penyakit. (zah/lis)