Upayakan Lahan Pengganti

350

KUDUS—Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kabupaten Kudus masih berupaya melakukan pembebasan lahan yang terkena proyek Waduk Logung. Sedangkan target lahan pengganti terutama untuk lahan Perhutani, bisa dari lahan luar kota seperti, Blora dan Rembang.
Pelaksana tugas Kepala dinas Cipkataru Didik Prasetya mengatakan bahwa lahan Perhutani yang masuk dalam peta pembangunan Waduk Logung seluas 35 hektare. Dari puluhan hektare itu, lahan di tiga desa telah diajukan sebagai penggantinya. Yakni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Dawe; Desa Klaling, Kecamatan Jekulo dan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan.
Menurutnya, lahan di tiga desa tersebut telah dicek Dinas Kehutanan Provinsi Jateng. Dari tiga desa tersebut, telah diusulkan sekitar 25 hektare untuk penggantinya. ”Meskipun telah dilakukan pengecekan, bukan berarti lahan itu langsung disetujui. Masih ada sejumlah prosedur lainnya,” lanjutnya.
Langkah lain yang harus ditempuh di antaranya harus mendapatkan rekomendasi dari gubernur. Setelah itu, akan kembali dilakukan pengecekan tim dari provinsi. Barulah nantinya akan diajukan perizinan ke Kementerian Kehutanan. ”Jumlah yang telah dicek sebenarnya masih kurang sekitar 10 hektare,” ujarnya.
Untuk memenuhi target lahan pengganti, diakuinya dapat dicarikan dari kabupaten lain. Rembang dan Blora, dapat dijadikan target pemenuhan kekurangan lahan tersebut. Hanya saja, pihaknya masih berupaya mencarikan tambahan lahan tersebut dari Kudus. (ben/zen/ida)