Elpiji Bersubsidi Menghilang

257

TEMANGGUNG—Tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram di Kabupaten Temanggung makin langka. Warga mengalami kesulitan memperoleh elpiji untuk kebutuhan harian mereka. Untuk mendapatkan elpiji, warga harus berburu ke luar desa dan atau ke pasar swalayan.
“Saya sudah keliling ke beberapa warung di Kebonsari sini, tetapi tidak ada elpiji sekarang. Ini saya suruh suami saya mencari ke Kelurahan Manding, mungkin ada di sana. Kemarin masih ada, tapi harganya naik, sekarang malah tidak ada,” kata Tarliyah, 45, warga Lingkungan Krajan Kelurahan Kebonsari Kecamatan Temanggung.
Ia mengatakan, pada beberapa hari sebelumnya, harga elpiji di daerah penghasil tembakau ini naik dari Rp 17 ribu per tabung menjadi Rp 19 ribu. Namun, sejak dua hari terakhir, mendapatkan elpiji bersubsidi cukup sulit di warung-warung langganannya. “Seperti ada penimbunan kalau tidak ada begini,” prediksinya.
Ninik, 40, pedagang eceran elpiji mengaku tidak mendapatkan kiriman elpiji dari pedagang keliling sejak dua hari terakhir. Ia sendiri sudah berusaha menghubungi pedagang keliling tersebut untuk mengirim elpiji namun tidak mendapat jawaban memuaskan. “Katanya di agen sudah mulai habis,” ujarnya menirukan.
Hal senada juga dialami oleh Ratinah, 50. Pedagang kelontong ini mengaku sudah tidak mendapatkan kiriman sejak tiga hari terakhir. Dengan tidak adanya kiriman tersebut, warga sekitar mengaku kebingungan untuk mendapatkan elpiji. “Saya masih ada satu, tetapi itu akan saya pakai sendiri. Ini banyak tabung kosong sekarang,” tandasnya.
Warga berharap, meskipun harga naik, namun seharusnya ketersediaan elpiji di daerah penghasil tembakau ini tetap ada agar tidak menyulitkan masyarakat. (zah/lis)