Pengguna Elpiji Melon Meningkat

305

Picu Kelangkaan di Eceran

TEMANGGUNG—Kendati belum mendapatkan laporan resmi terkait adanya kelangkaan elpiji di sejumlah desa di Kabupaten Temanggung, tim Pemantau Minyak dan Gas setempat menduga kelangkaan salah satunya dipicu kenaikan penggunaan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram (melon). Kenaikan yang berasal dari pengguna elpiji 12 kilogram tersebut juga berpengaruh terhadap harga di tingkat eceran.
“Secara resmi kami belum mendapatkan laporan dari pihak manapun terkait adanya kelangkaan. Tentu kelangkaan juga akan berdampak pada harga eceran, apalagi kalau sampai berhari-hari. Tetapi kami menduga adanya kelangkaan disebabkan kenaikan pengguna sebagai dampak dari naiknya harga elpiji nonsubsidi,” kata anggota tim Pemantau Minyak dan Gas Kabupaten Temanggung, Arief Mujiyono.
Meski belum menerima angka pasti jumlah permintaan pasar, pantauan yang telah dilakukan pihaknya menemukan indikasi peralihan penggunaan gas ukuran 12 kilogram menjadi 3 kilogram pascakenaikan harga sebelumnya. “Ada tren kenaikan penggunaan dilihat dari permintaan pasar, jumlahnya belum kami hitung,” katanya.
Ia mengatakan, dengan adanya peningkatan tersebut, akan berdampak pada ketersediaan elpiji di pasaran. Sebab, kenaikan penggunaan tidak disertai dengan peningkatan kuota harian sehingga apabila permintaan tinggi maka distribusi elpiji hingga ke pengecer berkurang.
“Kalau edaran barang berkurang dan permintaan tinggi akan terjadi kenaikan harga, itu hukum pasar. Tapi untuk mengontrol sampai tingkat pengecer tidak bisa karena regulasi yang ada hanya mengatur sampai tingkat agen ke pang­kalan,” paparnya.
Berdasarkan laporan dari sejumlah agen gas elpiji bersubsidi di Kabupaten Temanggung, distribusi elpiji sejauh ini lancar dan tanpa kendala. Kenaikan jumlah penggunaan tidak berpengaruh banyak bagi kuota elpiji di pasaran. “Kendali distribusi masih aman, bahkan kami juga menyediakan elpiji di semua SPBU yang ada, kecuali SPBU Candiroto karena memang akses dari penduduk jauh,” terangnya.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, di Kelurahan Kebonsari Kecamatan Temang­gung, selama tiga hari berturut-turut warga kesulitan mendapatkan elpiji ukuran tiga kilogram. Sejumlah warung pengecer juga mengaku kehabisan stok. Sebelum terjadi kelangkaan sempat terjadi kenaikan harga dari Rp 17 ribu per tabung menjadi Rp 19 ribu. (zah/lis)