Rumah Dinas Bupati Direstorasi

351

WONOSOBO—Upaya Bupati Wonosobo Kholiq Arif untuk merestorasi atau mengembalikan ke bentuk semula, bangunan kompleks pendopo kabupaten dan rumah dinas bupati, tahun ini akan dilanjutkan. Proyek tersebut, diperkirakan menelan anggaran senilai Rp 3,7 miliar dari APBD kabupaten.
“Untuk anggaran restorasi bangunan komplek pendopo dan rumah dinas bupati, rencananya akan dilanjutkan kembali pada tahun ini,”kata Kepala Bagian Umum dan Protokoler Setda Wonosobo, Agus Wibowo kepada Radar Semarang kemarin (14/1).
Agus mengatakan, sebetulnya proses restorasi bangunan komplek pendopo kabupaten, sejak tiga tahun ini, sudah dimulai.
Namun dilakukan secara bertahap. Saat ini bangunan yang sudah direstorasi pada bagian belakang. Yang sebelumnya tertutup rapat, saat ini dibuat menjadi ruangan pendopo ter­buka. “Untuk bangunan pendopo, berdasarkan catatan seja­rah dibangun pada zaman Mataram,” katanya.
Sedangkan untuk rencana proyek tahun ini, kata Agus, akan direstorasi bangunan pada rumah dinas bupati. Sejumlah ruangan yang saat ini ada, akan diubah seperti bangunan lama yang dibangun Belanda. Selain ruangan, pada bagian atap juga akan dikembalikan. “Bagian atap, bangunan lama pakai genting, namun saat ini memakai genting cor-coran,” imbuhnya.
Sedangkan untuk bangunan pendopo depan, lanjut Agus, perubahan dilakukan pada beberapa tiang. Karena saat ini untuk tiang dalam pendopo, bukan berupa cor beton dilapisi kayu. Padahal berdasarkan keterangan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3), bangunan tersebut peninggalan kerajaan Mataram. “Sebagai konsultasi dalam penentuan restorasi, kami lakukan dengan BP3 yang membidangi masalah ini,” ujarnya.
Untuk proses pembangunan itu, akan dimulai tahun ini. Anggaran sudah ditetapkan melalui APBD kabupaten. Sedangkan rumah dinas bupati, akan pindah ke Pesanggaran Selomanik. Ke depan, bangunan pendopo akan digunakan sebagai museum cagar budaya, sekaligus menjadi tempat menjamu para tamu penting.
“Seperti rencana, pendopo akan digunakan sebagai museum dan bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan sejarah,” tuturnya. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.