APBD 2014 Belum Jelas

324

MUNGKID—Kisruh internal DPRD Kabupaten Magelang sepertinya bakal berdampak sistemik. Mulai dari mundurnya pelantikan bupati dan wakil bupati hingga tertundanya penetapan APBD 2014.
Hingga kemarin, DPRD Kabupaten Magelang maupun eksekutif sama sekali belum membahas plafon KUA PPAS sebagai dasar APBD 2014. Pun demikian untuk pelantikan bupati belum jelas kapan dilaksanakan.
”Ini kan terjadi karena konflik pribadi dan internal satu partai politik. Tapi dampaknya sngat besar. Masyarakat yang jadi korban,” kata Sekjen Gemasika Ichsani, kemarin.
Menurutnya, kepentingan masyarakat yang mestinya menjadi prioritas pemikiran para pemangku kebijakan, menjadi terbengkalai. “Intinya masyarakat kecewa dan dirugikan atas konflik ini,” kritik Ichsani kemarin.
Kata dia, hampir tak ada yang diuntungkan akibat konflik di Pemkab Magelang. Kepentingan masyarakat menjadi terpinggirkan. Lebih jauh Ichsani memandang bahwa, akibat konflik yang terjadi ini sangat mungkin pembahasan APBD 2014 akan terkatung-katung.
Mestinya kondisi ini pun segera mendapat perhatian dari legislatif dan eksekutif secara bersama. “Keduanya menyadari kalau sikap mereka sangat merugikan rakyat. Fraksi-fraksi di DPRD juga harus mampu mengonsolidasikan anggotanya agar punya sikap yang jelas,” tegas dia.
Untuk diketahui, jabatan Bupati Singgih Sanyoto dan Wakil Bupati Zaenal Arifin telah habis 12 Januari. Habisnya jabatan bupati itu tak segera disusul pelantikan bupati terpilih Zaenal Arifin-HM Zaenal Arifin. Alasannya karena surat pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri hingga kemarin belum turun.
Menanggapi itu Kabag Humas dan Protokol Pemkab Magelang Zuchruf Isworo mengaku kosongnya jabatan bupati sudah diisi. Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah nomor 131/3/2014 tanggal 11 Januari tentang Penugasan Pelaksana Tugas Bupati Magelang, Plt Bupati akan dijabat oleh Agung Trijaya.
Dimana saat ini Agung juga merangkap sebagai Plt Sekda Kabupaten Magelang. “Nanti beliau akan menjalankan tugas bupati sampai dilantiknya bupati baru. Plt bupati mulai bertugas tanggal 13 Januari kemarin,” katanya.
Mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang ini mengklaim, diisinya jabatan bupati oleh plt itu tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat. Nantinya pelayanan masyarakat tidak ada permasalahan. “Pemerintahan tetap jalan terus. Kan nantinya plt melaksanakan tugas sehari-hari Bupati Magelang,” ulas dia. (vie/lis)