Pasar Kranggan Diminta Ditata Ulang

366

TEMANGGUNG—Keberadaan subterminal agribisnis di Pasar Kranggan dikeluhkan oleh pedagang pasar utama di pasar komoditas sayur ini.
Sebab, keberadaan subterminal agribisnis menyebabkan pedagang yang berjualan di pasar utama justru sepi pembeli karena tersedot di subterminal agribisnis yang berjarak sektitar 100 meter dari pasar induk.
“Pedagang di bawah (pasar utama) jadi sepi pembeli karena pembeli memilih langsung membeli di pasar atas (subterminal agribisnis). Kami jadi kehilangan pembeli, omzet kami turun hingga 30 persen,” kata Kabul, 55, pedagang di pasar sayur Kranggan.
Pria yang Kepala Dusun Ngropoh, Desa Ngropoh, Kecamatan Kranggan ini berharap agar Pemkab menata ulang para pedagang sehingga tidak merugikan pedagang yang telah puluhan tahun berjualan di tempat tersebut. “Kalau pasar atas kan masih baru dan banyak pedagang baru juga,” terangnya.
Ketua Komisi C DPRD Temanggung, Slamet, mengatakan, pihaknya meminta agar Pemkab Temanggung melakukan mediasi antara pedagang di pasar atas dengan pasar bawah sehingga keduanya tidak saling dirugikan.
“Itu sudah menjadi wewenang Pemkab, kalau dulu milik desa dan sekarang sudah milik Pemkab, jadi harus diatur dengan baik sehingga tidak ada yang dirugikan,” terangnya.
Ia memperhitungkan, keberadaan pasar bawah sebagai pasar induk tidak boleh dihilangkan dan aspirasi dari pedagang yang ada harus diperhatikan. Demikian pula dengan pedagang yang ada diatas, harus diperhitungkan karena menjadi subterminal agribisnis.
“Harus seimbang dan aspirasi dari kedua belah pihak harus didengarkan. Cari solusi yang tepat,” tandasnya. (zah/lis)