Pembunuh Nenek Kaya Dituntut 17 Tahun

284

MUNGKID—Kasus pembunuhan Sunarti, 67, warga Ganten Kelurahan Jurangombo Kota Magelang, Jumat 24 Mei 2013 oleh terdakwa, Masud Muqodam, 46, warga Lamongan Jawa Timur memasuki tahap penuntutan. Meski ada unsur perencanaan, jaksa penuntut umum (JPU) hanya menuntut 17 tahun penjara.
Jaksa menilai terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Sunarti. ”Perbuatan terdakwa tersebut melanggar pasal 340 KUHP,” kata jaksa penuntut umum ZK Bagus CY SH MH, kemarin.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Mungkid yang diketuai Imron Rosadi, JPU mengemukakan beberapa pertimbangan yang memberatkan hukuman.
Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan telah menghilangkan nyawa orang lain. Yang meringankan, sopan, mengaku bersalah dan menyesal.
Menanggapi tuntutan di atas, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Supardiyono, menyatakan akan mengajukan pembelaan dalam persidangan berikutnya.
Terungkap dalam persidangan sebelumnya, terdakwa Mas’ud Muqoddam nekat membunuh korban karena jengkel karena selalu ditagih untuk melunasi utangnya Rp 3 juta.
Sehari sebelumnya, terdak­wa sudah menggali lubang di rumah kontrakan yang ditempati Miftachul Arif, untuk mengu­bur jenazah korban. Jumat (24/5) sekitar pukul 07.00, Mas’­ud menjemput korban dari Kam­pung Ganten, dan dibawa ke Perumahan Laguna, Blok Eng­gano RT 02/XIII, Jogonegoro, Mer­toyudan, dengan dalih mau melunasi utang. Begitu masuk rumah, terdakwa merebut tas berisi uang milik korban disertai ancaman.
Karena melawan, korban di­cekik hingga tewas. Setelah menyembunyikan mayat korban di kolong tempat tidur rumah yang dikontrak teman terdakwa, Miftachul Arif, dan terdakwa langsung kabur ke kampung halamannya, Deket, Lamongan, Jawa Timur. (vie/lis)