Penjualan HP dan BB Rekondisi Dibongkar

321

SRONDOL KULON — Aparat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng mengamankan tersangka CH, 38, warga Kampung Margoyudan, Kelurahan Stabelan, Kecamatan Banjarsari, Solo, dengan barang bukti berupa 90 unit handphone (HP) Samsung S-4 dan BlackBerry (BB) sebanyak 397 unit. Tersangka ditangkap karena telah memperdagangkan handphone yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau HP bekas yang dikemas menjadi baru (rekondisi).
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Djoko Poerbohadijoyo mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari kecurigaan petugas yang saat itu menyamar sebagai pembeli. ”HP itu dijual dengan harga Rp 1,2 juta, padahal harga di pasaran dijual dengan harga Rp 6,5 juta,” katanya kepada Radar Semarang.
Mengetahui hal tersebut, petugas langsung menangkap tersangka dan setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya tersangka mengaku kalau BB itu baru tetapi mesinnya bekas. Sedangkan untuk HP Samsung tipe S-4 juga baru, tetapi dalamnya bekas.
”Casing-nya saja yang baru, tetapi mesinnya sudah lama, baik yang BB maupun yang Samsung S-4,” jelasnya.
Dalam menjalankan aksinya, CH, melakukan sendirian dengan area penjualan di wilayah Jebres, Solo dan sekitarnya. Sedangkan untuk barangnya sendiri didapat dari Batam melalui penjualan secara online. ”Jadi tersangka itu mendapatkan barang tersebut dengan cara membeli secara online kepada seseorang yang ada di Batam,” katanya.
Saat dilakukan penggeledahan, di rumah CH ditemukan puluhan unit Samsung Galaxy S4 replika dan ratusan BlackBerry rekondisi. ”Jumlah total yang diamankan 90 unit Samsung Galaxy S4 replika atau KW dan sekitar 397 BlackBerry rekondisi,” paparnya.
Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf (a) dan (j) UU RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 52 jo pasal 32 ayat (1) UU RI No 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi.
Untuk menguatkan pemeriksaan, polisi juga meminta saksi ahli dari pihak Samsung dan BlackBerry. Sebab, keduanya merupakan pihak yang dirugikan atas praktik penjualan tersebut. ”Pihak Samsung dan BlackBerry kami mintai saksi dan juga sebagai pelapor,” pungkasnya. (hid/aro/ce1)