Telusuri Sumber Keretakan, Warga Diminta Waspada

384

Tanah Retak di Desa Sidosari, Salaman Diteliti Balai ESDM Jateng

Fenomena tanah retak yang mengancam warga Desa Sidosari Kecamatan Salaman kemarin diteliti petugas dari Balai Energi Sumberdaya Mineral (BESDM) Jawa Tengah. Petugas melakukan sejumlah kajian termasuk mencari sumber retakan.

Pantauan koran ini, ada empat petugas yang datang. Dalam rombongan tersebut ada Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupten Magelang Joko Sudibyo, dan beberapa perangkat desa.
Beberapa peralatan seperti kompas dan GPS digunakan untuk menganalisis lebih detail pemicu keretakan tanah di wilayah perbatasan Kecamatan Kajoran tersebut. ”Ya kita ke sini untuk melakukan pengecekan dan mencari tahu penyebab keretakan,” kata pimpinan rombongan Balai ESDM Haryadi.
Dia menyatakan, pencarian diprioritaskan untuk mencari keretakan tanah yang berada di ujung paling atas. “Jika sudah ketemu keretakan yang paling ujung, kemudian warga bisa menutupnya agar tak ada air yang masuk,” katanya.
Dia juga mengatakan fenomena tanah tanah ini agar disikapi dengan kewaspadaan. Apabila hujan yang mengguyur wilayah tersebut sekitar 2 jam lebih, maka warga patut untuk waspada apalagi keretakan tanah semakin melebar.
”Hasil pantauan di lapangan ini nanti kami setorkan ke Gubernur Jateng. Nantinya gubernur memberikan rekomendasi ke pemerintah daerah untuk menindaklanjuti,” ungkapnya.
Sementara itu, Joko Sudibyo me­nambahkan, nantinya hasil rekomendasi dari Balai ESDM ini sebagai acuan Pemkab Magelang untuk bertindak. Setelah diketahui pasti pemicu keretakan tanah maka langkah menanggulangi keretakan tanah bisa dilakukan dengan tepat.
Menurut Joko, pemicu keretakan ini biasanya dibagi menjadi 3. Pertama, pemicu keretakan tanah bisa disebabkan adanya aliran air liar yang masuk ke tanah. Kedua, terkait beban yang berada di atas keretakan tanah. Dengan banyaknya beban tanah maka keretakan tanah bisa menjadi lebih cepat.
“Ketiga yakni terkait getaran yang ada di atas tanah,” ungkapnya.
Seperti diketahui, tanah di Dua Dusun di Desa Sidosari Kecamatan Salaman mengalami retak di 3 bagian. Keretakan menjalar dari utara ke selatan dengan lebar keretakan 20 cm hingga 1 meter. Pada keretakan tanah jalur I diketahui sepanjang 200 meter.
Sementara keretakan jalur II sepanjang 1.500 meter dan jalur III sepanjang 300 meter. Ketiga jalur keretakan itu menjalar di dusun Krajan Lor 1 dan Dusun Krajan Lor 2.
Dari 200 rumah di dua dusun itu yang terancam ada 198 rumah. Sementara hanya 2 yang tidak terancam retakan tanah. Secara keseluruhann retakan tanah ini mengancam kehidupan 800 warga. (vie/lis)