Kempo Targetkan Juara Umum Jateng

312

WONOSOBO—Kempo Kabupaten Wonosobo menargetkan meraih juara umum dalam dalam Kejuaraan Shorinji Kempo Antar Pelajar II tingkat Jateng di Purworejo (17-19/1). Untuk memenuhi target, sedikitnya 38 atlet kempo (kenshi) junior, kemarin dikirim, untuk mengikuti semua nomor perlombaan.
Menurut Ketua Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (Perkemi) Wonosobo, Sukendro Hariaji, tahun ini Wonosobo mengirim 38 kenshi junior, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Atlet diturunkan di semua nomor dan kelas yang dipertandingkan.
“Kami menargetkan mampu mendapatkan juara umum Ja­teng,” katanya, di sela pelepasan kontingen di halaman pendopo kabupaten, Jumat (17/1).
Sukendro Hariaji menjelaskan, kejuaraan antarpelajar ke-2, akan mempertandingkan dua nomor, meliputi embu (kerapihan teknik), dan randori (perkelahian bebas). Untuk kelompok SD hingga SMA, Wonosobo akan mengikuti nomor embu pasangan putra-putri, embu pasangan campuran, dan embu beregu putra-putri, serta embu beregu campuran. Sementara, untuk nomor randori, meliputi randori putra-putri kelas 42 kg, 46 kg, 50 kg, 54 kg, 58 kg, 62 kg, dan kelas 66 kg.
“Pada semua nomor ini, kami sudah mempunyai atlet-atlet yang tangguh,” imbuhnya.
Dengan mengikuti semua kelas nomor tersebut, Sukendro berani memasang target tinggi, yaitu juara umum. Bila tercapai, hal itu akan menjadi lonjakan prestasi luar biasa bagi Kabupaten Wo­no­sobo, mengingat pada kejuaraan serupa tahun lalu, kontingen Wonosobo hanya beroleh 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. “Target kami harus meningkat, perolehan medali kami yakin akan naik,” imbuhnya.
Asisten Administrasi Setda Wonosobo, Eko Yuwono mengaku sangat apresiatif. Dengan target tersebut, Eko berharap para kenshi semakin termotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Kepada para kenshi junior saya berpesan, agar selama tiga hari kejuaraan menjaga kondisi dan stamina, demi terwujudnya target prestisius tersebut,” harapnya.
Tak kalah penting, lanjut Eko, para kenshi juga diminta memahami bahwa tujuan digelarnya kejuaraan antarpelajar tersebut adalah mencari bibit-bibit unggul atlet kempo daerah, yang kelak akan dibina lebih lanjut agar bisa berprestasi di level nasional hingga internasional.
“Karena itu, kepada semua ang­gota kontingen agar bisa me­nunjukkan potensi mereka masing-masing secara optimal,” tandasnya. (ali/lis)