Pencuri Material Huntap Diringkus

293

MUNGKID—Tindakan sembilan warga Desa Sukorini Ke­ca­matan Muntilan ini benar-benar keterlaluan. Bagaimana tidak bukannya turut membantu korban banjir lahar dingin, mereka justu mencuri material hunian tetap (huntap) untuk para korban.
”Para pelaku ini justru adalah warga yang tinggal di sekitar huntap (di Dusun Semawe Desa Sokorini Kecamatan Muntilan),” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kapolsek Muntilan AKP Gede Mahardika, kemarin.
Kapolsek mengaku awalnya menerima laporan adanya kehilangan sejumlah material untuk bangunaan huntap. Utamanya adalah pintu. ”Karena dicuri ini, pembangunan sempat terhambat,” kata dia.
Polisi akhirnya menangkap Slamet, 34; Irvan, 24; Saiful, 24; Harwanto, 25; Mursidi, 26; Wahyudi, 29; dan Fredi Purdana, 29. ”Sementara dua lainnya yakni Jupri, 61, dan Sarmudi, 65 adalah penadah,” ungkap dia. Dari tangan para tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti.
Di antaranya 18 pintu huntap. Menurut Gede pencurian pintu huntap ini dilakukan pertama kali oleh penjaga malam huntap Semawe yakni Slamet. Modus yang digunakan adalah mengambil pintu dan bahan bangunan huntap di gudang.
Aksi Slamet ini kemudian diikuti oleh enam warga lain. Meski para pelaku satu kampung namun mereka beroperasi dalam empat kelompok berbeda. Diduga pintu yang sudah dijarah lebih banyak lagi.
”Kami sudah menyita 18 pintu, ada laporan masih ada pintu lagi yang dikembalikan pencuri ke lokasi huntap. Mereka ketakutan setelah para pelaku kita tangkap,” tambah Kanit Reskrim AKP Tri Hadi Utoyo.
Salah satu pelaku Slamet mengaku dirinya menjual pintu kayu mahoni seharga Rp 100 ribu per daun pintu. Atas perbuatan ini, Slamet dkk diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 8 tahun penjara. ”Saya jual Rp 100 ribu untuk beli rokok. Sebenarnya kasihan juga para korban lahar itu,” kata Slamet. (vie/lis)