Penjualan Rumah Bersubsidi Turun

300

SEMARANG – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Eastate Indonesia (REI) Jateng tahun ini tidak berani meningkatkan target penjualan rumah bersubsidi atau rumah dengan fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Penyebabnya, target pembangunan 2013 tidak tercapai, sehingga tahun ini target penjualan diturunkan. Dari target 11.000 unit rumah pada 2013, hanya mampu terbangun 5.000 unit.
Karena itu REI tahun ini hanya menargetkan pembangunan rumah bersubsidi 9.000 unit saja. Wakil Ketua DPD REI Jateng Bidang Promosi, Publikasi, dan Kehumasan, Dibya K. Hidayat, di sela-sela pembukaan pameran REI kemarin mengungkapkan, penurunan ini juga dikarenakan ada faktor-faktor yang kurang mendukung seperti perubahan suku bunga bank, aturan yang kurang mendukung program pemerintah, serta melemahnya rupiah terhadap kurs US dolar.
Meski begitu, REI tetap optimistis penjualan properti akan tetap baik. Ini terbukti meski kondisi yang tidak mendukung, secara total penjualan properti tahun 2013 tumbuh 20 persen. ”Jadi kami berharap tahun ini penjualan properti akan tetap tumbuh sama seperti tahun lalu,” tuturnya.
Awal tahun 2014 ini, REI kembali mengelar pameran perdana mulai 17-28 Januari 2014 di Mal Ciputra. Dari 17 peserta ini satu di antaranya adalah apartemen di Jogjakarta. Hadirnya apartemen ini dikarenakan Semarang saat ini juga ulai dikembangkan apartemen. Pameran tahun ini akan digelar 10 kali, dengan hadiah delapan unit sepeda motor.
Menurut Dibya munculnya apartemen di Semarang belum memengaruhi penjualan rumah di Semarang. Hal ini dikarenakan masyarakat Semarang masih menyukai rumah dengan halaman yang cukup luas. Berbeda dengan apartemen yang tidak memiliki halaman. ”Selain itu jarak rumah dengan tempat kerja juga tidak relatif jauh dan masih dapat ditempuh dengan angkutan,” urainya.
Soal penjualan rumah, menurut Dibya, rumah tipe menengah dengan harga mulai Rp 200 juta hingga Rp 600 juta masih mendominasi pasar sekitar 60 persen. Sedangkan untuk penjualan rumah bersubsidi, menurutnya masih agak sulit mengingat hanya beberapa pengembang saja yang mengembangkan rumah bersubsididi. (tya/smu/ce1)