Ribuan Penumpang Kapal Keleleran

354

TANJUNG MAS — Ribuan penumpang serta puluhan truk bermuatan sembako dan sayuran kemarin (17/1) tertahan di Terminal Penumpang Tanjung Emas Semarang. Penumpang dan truk tersebut rencananya akan berlayar menuju Kumai dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Egon kemarin. Namun keberangkatan mereka ditunda lantaran cuaca ekstrem, serta terkendala ombak tinggi yang mencapai 4 sampai 5 meter.
Praktis, ribuan penumpang keleleran di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas. Mereka menggelar tikar seadanya, dan hanya bisa pasrah. Para pengemudi truk yang membawa sayur dan sembako pun harus bersabar menunggu kapal berangkat.
”Mau diapakan lagi, faktor cuaca tidak bisa diprediksi,” kata Jaimun, 52, sopir truk Fuso asal Blitar, Jawa Timur yang membawa muatan palawija.
Jaimun mengaku, kalau kapal gagal berangkat karena cuaca yang tidak bersahabat, dirinya akan tetap menunggu. Sebab, selama ini tidak pernah meleset, dan selalu tepat waktu. Kebetulan dirinya sudah beberapa kali mengirim palawija ke Kalimantan.
Sopir truk lainnya, Roni, asal Solo, mengaku, hendak mengirim beras ke Kumai. ”Rencananya beras akan dibawa ke Kumai dengan menggunakan KM Egon,” ujarnya.
Roni mengaku, sampai saat ini masih menunggu kedatangan KM Egon. ”Soalnya kalau gagal berangkat, tentunya akan menambah biaya. Sehari saja harus mengeluarkan Rp 95 ribu,” keluhnya.
Calon penumpang lainnya, Siswanto, asal Demak mengaku baru datang pukul 09.00, dan tidak mengetahui akan ditunda keberangkatan kapal. ”Kalau terpaksa ditunda ya ditunggu sampai KM Egon berangkat,” katanya.
Siswanto mengaku, lebih baik menunggu daripada harus kembali ke Demak. ”Soalnya kalau kembali ke Demak, biayanya akan lebih besar,” akunya.
Kepala Terminal Pelabuhan Tanjung Emas Muntasir mengatakan, rencananya KM Egon tujuan Kumai akan berangkat pukul 11.00 kemarin, disusul KM Sirimau jurusan Sampit pada pukul 15.00 dan KM Lauser jurusan Sampit pada pukul 16.00. ”Tapi, karena cuaca ekstrem, keberangkatan kapal terpaksa ditunda,” katanya.
Kabid Patroli dan Penjagaan KPLP Pelabuhan Tanjung Emas, Capt Dwiyanto mengatakan, cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi hingga 19 Januari besok. ”Kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti BMKG,” ujarnya.
Pihaknya telah melarang kapal kecil seperti kapal tongkang untuk melaut. Sedangkan untuk kapal kargo, tidak ada masalah. ”Ada kapal-kapal yang secara khusus tidak diperbolehkan berlayar, seperti kapal Roro atau kapal Messenger. Pelarangan itu dilakukan sejak akhir Desember lalu sampai sekarang. Karena tinggi ombak sampai 4 meter,” katanya. (hid/aro/ce1)