Ajarkan Riset Sejak Dini

319

KEBONDALEM – Banyak manfaat yang didapatkan ketika melakukan sebuah riset atau penelitian. Di samping untuk mengetahui akar masalah yang dihadapi, para peneliti tersebut juga semakin terlatih dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, sangat penting kiranya materi riset diajarkan sejak dini kepada siswa.
Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Yohanes Budi Widianarko pada saat membuka kegiatan Riset Camp yang digelar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kebon Dalem Semarang, Sabtu (18/1). Kegiatan itu merupakan kegiatan tahunan yang diadakan sekolah tersebut untuk menumbuhkembangkan dunia riset kepada anak-anak.
Budi menjelaskan, untuk menjadi seorang peneliti dibutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Budi menjelaskan di antara syarat tersebut meliputi pengelolaan diri, keterampilan menulis, keterampilan menyimak dan menyampaikan gagasan, dan keterampilan berjejaring.
“Semua itu didapatkan ketika langsung terjun untuk untuk melakukan penelitian. hal tersebut sangat cocok dengan ungkapan practice, practice, practice until it becomes second nature (latihan, latihan, latihan sampai menjadi kebiasaan yang kedua, Red),” bebernya.
Budi menambahkan, seorang peneliti tidak selalu identik dengan orang yang serius. Apalagi mempunyai kepala botak. Ia mencontohkan dirinya yang tetap memiliki rambut meski telah bergelut dengan buku dan penelitian sejak duduk di bangku sekolah. “Riset bisa dilakukan siapa saja, di manapun, dan sampai kapanpun,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMA Kebon Dalem Sr Teresa Pi mengungkapkan, tujuan diadakan kegiatan Riset Camp, tidak hanya melatih anak memiliki kecerdasan formal, tetapi juga dapat mencari jalan keluar atas berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat. “Di harapkan melalui kegiatan ini menjadikan anak lebih peka dan peduli untuk membantu masyarakat dengan memanfaatkan ilmu yang dimiliki,” ujarnya. (fai/ton)