Ngaku PD 3 Undip, Tipu Mahasiwa

358

BARUSARI — Modus penipuan di Kota Semarang terus berganti-ganti. Kali ini nasib apes dialami Rizki Aditya Fardhani, 22, warga Jalan Bengkulu LK VI, Kelurahan Rampung Timur, Kecamatan Bijai Selatan, Bijai.
Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ini ditipu seorang lelaki yang mengaku sebagai Pembantu Dekan (PD) 3 Fakultas Kedokteran Undip dr Edwin Basyar. Uang tabungan sebesar Rp 2,7 juta miliknya melayang. Modusnya dengan mengatakan, Rizky merupakan mahasiswa terpilih untuk mewakili Undip mengikuti seminar di Bali.
Rizky mengatakan, penipuan yang dialaminya bermula ketika ia mendapat telepon dari nomor tak dikenal, Jumat (17/1) sekitar pukul 13.00. Saat diangkat sang penelepon mengaku sebagai PD 3 FK Undip. “Saya juga sempat heran, tiba-tiba ditelepon PD 3 FK Undip,” akunya.
Dari pembicaraan singkat, sang penelepon memberitahukan jika Rizky dipilih mewakili Undip mengikuti seminar di Bali. Karuan saja, Rizky senang mendapatkan kabar bahagia tersebut. “Omongannya meyakinkan, jadi saya percaya. Apalagi di Undip memang sering mengikuti berbagai acara seminar,” imbuhnya.
Saat itulah, sang penelepon meminta Rizky untuk ke ATM dengan dalih akan ditransfer Rp 5 juta. Tanpa curiga, iapun langsung datang ke mesin ATM BRI RSUP dr Kariadi Semarang. Sambil terus ditelepon, Rizky dipandu untuk memencet sejumlah nomor. “Saya seperti tidak sadar, nurut saja apa yang dikatakan sang penelepon. Mungkin karena sudah senang mendapat kabar itu,” tambahnya.
Hingga tanpa disadari, Rizky justru mentransfer tabungannya ke rekening seseorang. Ia baru sadar, ketika telepon dimatikan sang penelepon. “Saat saya cek, ternyata tabungan di dalam ATM sudah habis,” kesalnya. Merasa ditipu, Rizky akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke Polrestabes Semarang. (fth/ton)