Sepi, Pedagang Jadi Buruh

352

Pasar Darurat Parakan
TEMANGGUNG–Sejumlah pedagang di pasar darurat Parakan memilih beralih profesi menjadi buruh pabrik dan bertani. Sebab, berdagang di pasar darurat tidak memberikan keuntungan karena minimnya pembelian. Meski beralih pekerjaan, namun para pedagang tidak menjual kios dan los mereka hingga kembali ke Pasar Legi Parakan setelah dibangun nantinya.
“Kios yang tutup itu bukan karena kosong, yang punya ada tapi tidak jualan karena sepi. Sekarang mereka ada yang bekerja jadi buruh pabrik kayu atau merawat ladang mereka. Soalnya sekarang ini sangat sepi penjualannya,” kata Khafid, 60, pedagang daging di pasar darurat.
Ia mengatakan, sepinya pembeli dipicu dengan berpindahnya pembeli yang semula di Pasar Legi Parakan ke pasar lain terdekat seperti Ngadirejo dan Candiroto. Berkurangnya jumlah pembeli menyebabkan sejumlah usaha terpaksa harus gulung tikar. “Saya sendiri dulu bisa jual daging 50 kilogram sehari, sekarang paling banyak 20 kilogram, itu saja belum tentu habis,” katanya.
Slamet, 40, mantan pedagang yang kini memilih untuk bertani usai mengecek kiosnya yang sudah beberapa bulan ditutup mengatakan, terpaksa tutup sejak tiga bulan lalu lantaran sepi pembeli. Barang dagangan yang sama, yang ia jual juga terlalu banyak di pasar sehingga harus bersaing. “Tempatnya juga tidak di pinggir jalan langsung, jadi sepi,” keluhnya.
Kini ia memilih untuk menggarap lahan miliknya sendiri dan menjadi buruh tani di lahan milik tetangganya. Sebab, mengandalkan jual beli di pasar tidak memungkinkan untuk kebutuhan hariannya. “Kalau dulu lahan saya digarap orang lain, tapi sekarang saya garap lahan orang lain,” tambahnya.
Ia berharap, Pemkab Temanggung segera membangun Pasar Legi Parakan sehingga dapat kembali berjualan di pasar induk. Ia yakin apabila telah kembali ke Pasar Legi komoditas dagangannya akan kembali normal seperti dulu. “Sudah satu tahun dan saya sudah tutup tiga bulan di sini. Kalau terus-menerus saya bisa kehabisan modal untuk usaha,” tandasnya.
Pengamatan koran ini di pasar darurat Parakan menunjukkan, puluhan kios dan los dalam kondisi tertutup. Sebagian di antaranya berada di bagian dalam pasar. Barang dagangan yang dijual didominasi pakaian dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Untuk sayuran dan kebutuhan pokok masih terlihat banyak yang berjualan. (zah/lis)