Desak Rekanan Perbaiki Atap Bocor

368

Pasar Rejowinangun
MAGELANG– Meski belum resmi ditempati, Pasar Rejowinangun masih banyak yang perlu dibenahi. Seperti atap bocor dan beberapa bagian yang belum sempurna.
Hal itu diketahui saat Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menggelar sidak di pasar tersebut, kemarin. Dalam sidak orang nomor satu di Kota Magelang itu menemukan atap bocor.
“Kondisi fisik Pasar Rejowinangun saat ini masih banyak yang belum sempurna. Salah satu contoh, soal keluhan para pedagang yang menempati lantai 1, ditemukan kondisi atapnya banyak kebocoran,” kata dia.
“Tentunya kita akan mendesak supaya rekanan memperbaiki selama masa pemeliharaan. Kita upayakan kepada para pedagang supaya nyaman berjualan di tempat yang sudah rapi dan bersih,” lanjut Sigit.
Pascaterbakar 2008 silam, pembangunan Pasar Rejowinganun kini sudah hampir rampung. Rencananya, seluruh pedagang yang berada di pasar penampungan, akan kembali menempati pasar baru pada Februari 2014.
“Saat ini tinggal menunggu kesiapan paguyuban pedagang untuk segera pindah lokasi. Sejauh ini kami sudah melakukan zoning (pembagian zona jenis barang dagangan) hingga penempatan para pedagang,” urai mantan kepala DPU Kota Magelang itu.
Sigit memaparkan, di kawasan Pasar Rejowinangun sisi barat juga akan menampung para pedagang kaki lima (PKL) yang saat ini tersebar di beberapa kawasan. Antara di Pasar Tarumanegara sebanyak 332 PKL, Jalan Kalingga 232, Jalan Pawiro Kusuma 231, Jalan Mataram 326, Jalan Pemuda 205 dan Jalan Sudirman ada 80 PKL.
Untuk memonitor para pedagang, sedikitnya 26 closed circuit television (CCTV) akan dipasang di Pasar Rejowinangun. Pemasangan kamera pengintai itu untuk memantau kebersihan pasar tradisional terbesar di Kota Magelang itu.
“Ini upaya kami memonitor kebiasaan hidup bersih masyarakat, baik pembeli maupun pedagang saat berada di Pasar Rejowinangun, Intinya ngajari baik lah,” ujar Sigit.
Sigit menyebutkan, CCTV akan dipasang tersebar di lantai satu dan dua pasar yang pernah ludes terbakar pada 2008. “Di saat-saat tertentu CCTV ini juga sangat membantu dong, kita kan ingin membuat kota ini kota yang modern,” imbuh Sigit.
Ditambahkan Kepala DPP Kota Magelang, Isa Ashari bahwa sistem zonasi dan proses pengundian pedagang sudah dilakukan. proses penempatan pedagang secara prinsip telah selesai.
“Hanya tinggal menunggu pedagang saja, mau menempatinya kapan. Soalnya, sampai sekarang juga masih ada persoalan di antara pedagang sendiri, ada beberapa pedagang yang merasa belum menerima bila ditempatkan sesuai dengan nomor los Pasar Rejowinangun,” ujar Isa. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.