Siapkan Ground Breaking Bandara

331

KALIBANTENG – Pengembangan bandara internasional Ahmad Yani Semarang akan dimulai tak lama lagi. PT Angkasa Pura I dan pihak terkait Senin (20/1) menyiapkan ground breaking bandara yang dalam kondisi saat ini sudah kewalahan melayani lonjakan jumlah penumpang tersebut.
General Manager bandara internasional Ahmad Yani Semarang Priyo Jatmiko mengatakan ground breaking disiapkan sembari menunggu surat dari Kementerian Keuangan. Dia berharap proses tersebut bisa dilakukan bulan Januari ini. ”Nantinya akan dilakukan pemasangan tiang pancang dan pemencetan tombol sirene sebagai pertanda pengerjaan proyek bandara yang baru,” ujarnya.
Meski begitu, kepastian tanggal ground breaking akan diinfokan kemudian. Sebab hingga kini pihaknya masih menunggu turunya surat Menteri Keuangan tentang kompensasi yang harus diberikan PT Angkasa Pura I kepada TNI AD selaku pemilik lahan. ”Surat Menteri Keuangan diperlukan sebagai dasar penandatanganan kerja sama pemanfaatan (KSP) antara TNI AD dengan PT Angkasa Pura I. Setelah itu baru dilanjutkan ground breaking,” katanya.
Pada prinsipnya, lanjut Priyo, pihaknya dan TNI AD sangat siap untuk memulai pengembangan. Pengembangan bandara juga akan dilakukan secara simultan. Ground breaking akan ditindaklanjuti dengan pengumuman lelang bagi kontraktor calon pengembang. ”Harapannya tinggal menunggu hari saja karena ini agenda yang kita tunggu bersama,” paparnya.
Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan peristiwa amblesnya apron bandara Ahmad Yani harus menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan bandara tersebut. Sejauh ini pembangunan terminal baru dan sejumlah fasilitas bandara internasional tersebut masih terkendala belum turunnya izin Kementerian Keuangan. ”Seharusnya ini dijadikan momentum untuk mempercepat pembangunan bandara,” ujarnya.
Dikatakannya, pemprov Jateng terus mendorong pengembangan bandara terus dilakukan. Namun realisasinya terus meleset. Dia berharap pengembangan tidak lagi molor dan bisa dimulai pada Januari ini. ”Setelah meleset di Desember saya kontak terus, saya minta Januari ini tidak mundur lagi dan segera ground breaking. Kemarin rapat di kantor wapres, menunjukkan segera dibuat (bandara) yang baru,” paparnya.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jateng Urip Sihabudin mengatakan dari komunikasi yang dilakukannya dengan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), surat tersebut sudah ditandatangani Menteri Keuangan. Namun hingga sekarang pemprov belum juga menerima surat tersebut. ”Mudah-mudahan informasinya betul. Tapi kalau belum pegang suratnya, rasanya tidak mantap,” ujarnya.
Dikatakan Urip, dari progres yang ada, pengembangan bandara saat ini tinggal menunggu peran dari PT Angkasa Pura, yaitu membangun terminal baru dengan segala fasilitasnya. Sementara pekerjaan yang menjadi akses Kementerian Perhubungan, Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang sudah selesai dilakukan. ”Pekerjaan jalan akses bandara dari PRPP yang menjadi tanggung jawab Pemkot dan Pemprov sudah selesai Desember lalu. Sementara penyiapan lahan apron dan exit taxi way yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan juga sudah selesai dikerjakan pada 2012 lalu,” paparnya. (ric/ce1)