Diaktifkan Nonstop, Pompa Rusak

305

BONGSARI — Mesin pompa yang dioperasikan sejak banjir melanda sejumlah kawasan Kota Semarang, tak mampu menghilangkan genangan. Bahkan beberapa di antaranya mengalami kerusakan lantaran diaktifkan nonstop sejak Jumat (17/1) lalu. Mesin-mesin pompa yang rusak paling banyak di wilayah Semarang Utara.
”Rata-rata karena slang jebol dan laker rusak karena diaktifkan terus-menerus. Apalagi kalau sampah nyangkut, komponennnya bisa terbakar,” kata Kasie Pompa Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kota Semarang, Widjanarko, Selasa (21/1).
Dia membeber, selama banjir, 106 mesin pompa yang ada di Kota Semarang diaktifkan. Beberapa pompa mengalami kerusakan. Selain beroperasi nonstop, kerusakan juga diakibatkan oleh sampah. Pompa yang sempat rusak antara lain di Kali Berok, Kolonel Sugiono, Boom Lama, Progo, Kalibaru, dan Pasar Waru. Hingga kini belum ada pompa yang rusak lagi. ”Kalau kondisinya rata-rata masih bagus, umurnya di bawah 10 tahun. Yang tertua di Kartini sejak 1981, tapi masih bagus,” ujarnya.
Dia menambahkan, tahun ini, anggaran pengadaan solar mencapai Rp 8 miliar. Jumlah itu biasanya mencukupi kebutuhan operasional dalam setahun. Menurutnya, sistem pompa sangat membantu mengentaskan banjir. Mempercepat surut genangan. ”Kalau tidak ada pompa surutnya akan lama,” ujarnya.
Banjir di kawasan Semarang Utara mulai menyusut. Dari 3.623 rumah yang terendam air, kini sudah berkurang menjadi 1.000-an rumah. ”Sekarang sudah banyak yang surut. Tapi kalau hujan lagi bakal lama surutnya. Pompa harus dioptimalkan,” ujar Camat Semarang Utara Djaka Sukawijana.
Ia mengatakan, saat ini daerah yang paling parah terkena genangan adalah RT 06 Bandarharjo. Sekitar 100 warga di sana harus mengungsi tidur beberapa hari lalu karena tingginya genangan. ”Kalau malam aja pas hujan, kalau pagi di sana jadi dapur umum,” tandasnya. Saat ini rata-rata genangan di Semarang Utara antara 10 sentimeter hingga 15 sentimeter. Ia berharap tidak ada hujan deras lagi. (zal/ton/ce1)