Jateng Pasar Potensial Lembaga Sertifikasi

292

SEMARANG – Pabrik-pabrik yang berada di Jakarta, diperkirakan akan banyak yang pindah ke Jawa Tengah. Kondisi ini sebagai dampak dari tingginya Upah Minimum Regional (UMR) di DKI Jakarta.
Bila situasi ini terjadi, maka Jawa Tengah akan menjadi sangat prospektif bagi lembaga sertifikasi perusahaan. Karena itulah saat ini salah satu lembaga sertifikasi, Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA), serius menjajaki pasar Jawa Tengah, khususnya Semarang. Sejauh ini, di Semarang memang telah ada tiga perusahaan yang menjadi klien dari LRQA, di antaranya Kimia Farma, Phapros dan Dragon Prima Farma. Namun ke depan, LRQA juga tertarik untuk membidik pasar Jawa Tengah secara umum.
Menurut Account Manager, Sherly Maharsita, pihaknya belum terlalu mengeksplor pasar yang ada di Semarang, apalagi Jateng. Diakuinya, banyak masyarakat khususnya Semarang dan sekitarnya belum memahami tentang LRQA. ”Untuk itu, kami berkomitmen untuk lebih dulu mengenal tentang pasar di Semarang, karena menurut kami pasar di Semarang dan Jateng umumnya ini sangat berpotensi,” kata dia pada kunjungannya di kantor Radar Semarang, kemarin.
Dijelaskan, untuk seluruh Indonesia, sejauh ini pihaknya sudah menerbitkan 1.000 approval atau sertifikat kepada 700 hingga 800 klien yang terdiri atas perusahaan, di antaranya manufaktur, rumah sakit, perbankan, restoran, lembaga pendidikan, pabrik dan perusahaan yang bergerak di bidang lain.
Beberapa sertifikat yang dikeluarkan LRQA di antaranya, ISO 9001 atau sistem standar manajemen kualitas yang diakui secara internasional. Dalam hal ini LRQA memberikan kepastian kepada para klien perusahaan tersebut, mulai dari mitra usaha dan pemangku kepentingan terkait kualitas. Selain itu, ada pula ISO 14001 atau sebuah sistem yang diakui secara internasional di mana mensyaratkan suatu perusahaan untuk mengelola secara efektif dampak-dampak lingkungan yang dihasilkan melalui komitmen-komitmen untuk melakukan pencegahan terhadap polusi, menunjukkan kepatuhan pada peraturan dan melakukan perbaikan-perbaikan secara berkesinambungan. Ada pula OHSAS 18001 atau sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif dan melindungi kesejahteraan karyawan maupun bisnis.
Marketing & Promotion Executive, Anggie Wulanjati mengatakan, untuk perusahaan yang sudah diberikan sertifikasi tersebut, tetap akan diawasi oleh LRQA. ”Kami melakukan audit setiap enam bulan sekali, selanjutnya, setiap tiga tahun dilakukan perpanjangan sertifikat,” kata dia.
Bagi perusahaan yang tidak bisa mempertahankan kualitas sesuai dengan kategori masing-masing sertifikat, maka pihaknya akan menarik setifikat tersebut. ”Kalau sudah demikian dan perusahaan meminta kembali dilakukannya penerbitan sertifikasi, maka diharuskan memulai proses dari nol,” bebernya. (ars/smu/ce1)